Published On: Sel, Apr 28th, 2015

Bengawan Solo Sering Banjir, Harga Pasir “Melangit”

SOKO

NAIK DRASTIS : Pekerja saat menaikkan pasir dari lokasi penimbunan ke truk pengangkut

NAIK DRASTIS : Pekerja saat menaikkan pasir dari lokasi penimbunan ke truk pengangkut

seputartuban.com – Meningkatnya debit air sungai Bengawan Solo selema beberapa hari terakhir menyebabkan harga pasir meningkat hingga 300 persen. Hal ini disebabkan jumlah pasir terbatas, sedangkan permintaan pembeli masih tinggi.

Sunardi (42), salah satu pemilik penampungan pasir, Dusun Embong, Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, mengatakan jika Bengawan Solo banjir, harga pasir selalu naik. Jika musim kemarau harga pasir antara Rp. 200 ribu hingga Rp. 250 ribu tiap rit.

Jika saat musim banjir, harga pasir melambung antara Rp. 600 ribu hingga Rp. 650 ribu. Hal ini disebabkan para pencari pasir secara tradisional tidak dapat bekerja maksimal. Karena mereka tidak dapat menyelam dan mengambil pasir. “Ya sudah biasanya seperti ini,” ungkapnya, Senin (27/05/2015).

Sehingga penjualan pasir hanya mengandalkan stok atau timbunan saat musim kemarau lalu. “Harga pasir saat ini selain menentukan faktor cuaca juga dari kadar pasir sendiri. Jadi semakin kasar kadar ke kasaran pasirnya maka harganya akan semakin mahal,” katanya.

Senada diungkapkan Abdul Ghofur (26), warga setempat yang juga salah satu pekerja dilokasi timbunan pasir. “Kalau hari biasa cuma Rp. 7.000 sampai Rp. 10.000. Kalau seperti ini biaya menaikkan pasir sebesar Rp. 25.000. Tergantung negosiasi awal dengan pemilik kendaraan,” tuturnya.

Dalam waktu setengah hari dia bekerja, rata-rata hasil jasa menaikkan pasir ke truk pengangkut, mampu menghasilkan uang Rp. 125 ribu. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author