Published On: Sab, Mei 5th, 2012

Belanja Pegawai Melebihi 50 Persen Sudah Sangat Wajar

Share This
Tags

Penulis : Muhaimin

TUBAN

seputartuban.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban lebih dai separuhnya habis untuk belanja pegawai. Bahkan Dana Alokasi Umum (DAU) Dari pemerintah pusat tidak mencukupi dalam membiayai gaji pegawai. Hal ini disampaikan Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jatim, Dahlan beberapa waktu lalu.

Dalam menanggapi hal ini, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Joni Martoyo mengatakan bahwa soal pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Tuban sudah sangat wajar. Pasalnya trend penggunaan anggaran secara nasional melebihi 50 persen digunakan untuk belanja pegawai.

“seluruh Indonesia diatas 50 persen, kami dibawah rata-rata nasional yakni dibawah 70 persen. Atau prosentasi melebihi ini merupakan gejala nasional,” jelasnya.

Namun lebih lanjut, Kabag Humas dan juga seorang Dosen ini mengungkapkan bahwa Pemkab Tuban akan mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah, sehingga dapat seimbang dalam penggunaanya,”kita tetap menghemat anggaran dengan menyesuaikan kebutuhan. Untuk itu kita akan melakukan pengawasan, dan pengetatan jangan sampai ada kebocoran,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Pemkab Tuban, dalam dua tahun (2010-2011), dana perimbangan berupa Dana Alokasi Umum (DAU) tidak mampu untuk menutupi kebutuhan gaji pegawai. Hal ini bisa di lihat dari besarnya belanja pegawai melampaui besarnya DAU yang di terima daerah yang mengharuskan daerah menggunakan PAD untuk menutupi kebutuhan gaji tersebut.

Dan secara nominal setiap tahun mengalami peningkatan pada tahun 2010 mencapai Rp. 583,342,344,661.62, tahun 2011 sebesar Rp. 648.629,152,775.26 dan tahun 2012 sebesar Rp. 717,454,177,044.90. Hal ini tentu mengakibatkan semakin kecilnya anggaran untuk pembangunan daerah dikarenakan ruang fiskal daerah yang semakin sempit.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos