Published On: Rab, Mar 20th, 2013

Bebas Murni, Bersujud Di Depan Lapas

Share This
Tags

TUBAN

Sujud syukur didepan Lapas karena putusan bebas dari PN Tuban

Sujud syukur didepan Lapas karena putusan bebas dari PN Tuban

seputartuban.com – Sumarlik (34), warga Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Akhirnya dapat menghirup udara bebas. Terdakwa dalam kasus pengeroyokan yang diputus bebas murni oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tuban (PN). Sebagai ungkapan syukur, dirinya melakukan sujud syukur saat keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuban.

Hari pertama bebas setelah menjalani masa tahanan 4 bulan 17 hari. Sumarlik keluar didampingi kuasa hukumnya, sujud syukur didepan pintu  Lapas Tuban, Selasa (19/03/2013). Keluarga yang menunggu tampak bahagia menyambut hari kebebasan ini.

Kepada wartawan, Sumarlik mengungkapkan bahwa dirinya merupakan korban salah tangkap. Karena saat kejadian pengeroyokan dirinya tidak ikut terlibat.

Karena antara dirinya dengan terduga pelaku sebenarnya namanya hampir mirip. Yang juga bernama Lik. “Saya hanya salah tangkap. Saya tidak melakukan. Namanya pelaku itu sama dengan nama saya, Lilik, ” ujarnya.

Kuasa hukum terdakwa, Sujono Ali Mujahidin menjelaskan dirinya saat proses penyidikan sempat melayangkan somasi ke Polda Jatim. Namun upaya itu tidak mendapatkan tanggapan baik.  Hingga akhirnya Majelis Hakim PN Tuban membebaskan klienya dari dakwaan jaksa . “Klien saya bebas murni karena tidak terbukti bersalah, ” katanya.

Atas kejadian ini, Sujono mengungkapkan klienya mengalami kerugian secara material dan mental. Secara materi, selama ditahan kliennya tidak bisa bekerja. Dan secara mental, nama baik dan keluarga ikut tercemar. “Nanti akan kami bicarakan dengan klien saya. Apakah akan mengajukan perdata atau pemulihan nama baik, ” pungkasnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, kasus ini mencuat pada oktober 2012 lalu. Saat Kesebelasan sepak bola Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Bertanding melawan kesebelasan dari Desa Wonosalam, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Dan terjadi pertikaian sesama penonton. Hingga membawa korban luka Dedi dan Sugiat. Dan kasus ini hingga masuk keranah hukum.

Atas putusan ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidsus), Kejaksaan Negeri Tuban, Budi Raharto memastikan pihaknya akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (han)

Facebook Comments

About the Author