Published On: Sen, Mar 7th, 2016

Bayar Mahal, Pelatihan IGRA Dikeluhkan

TUBAN

Ilustra pelatihan Batic Media

Ilustra pelatihan Batic Media

seputartuban.com – Pelatihan Aplikasi Bimbingan Perilaku Anak dan Administrasi Sekolah yang dilaksanakan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kab. Tuban, Kamis (25/2/2016) di Hotel Mahkota menuai kritikan. Peserta harus bayar mahal namun tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan.

Menurut salah satu peserta pelatihan, sekitar 200 peserta lebih masing-masing membayar Rp. 250.000. Mereka utusan sekolah yang sebelumnya diwajibkan mengikuti pelatihan. Dengan waktu sekitar 4 jam yang diisi oleh 1 pemateri dan 3 tutor pembantu. Belajar menggunakan aplikasi yang dibuat perusahaan swasta asal Yogyakarta.

Fasilitas pelatihan lainya adalah, nasi kotak, air putih kemasan botol, CD Aplikasi. “Aplikasinya kalau dipakai di notebook tidak bisa dan harus laptop. Selain itu kita harus minta serial number habis pelatihan itu. Sampai sekarang juga belum dikasih sertifikat pelatihan,” ungkap salah satu guru peserta pelatihan, Sabtu (5/3/2016).

Menanggapi keluhan itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) IGRA Kabupaten Tuban, Siti Nur Aini mengatakan pelatihan itu merupakan program dari Pengurus IGRA Propinsi. Sehingga pihaknya hanya melakukan koordinasi dengan lembaga. “Bukan kita yang mengadakan acara itu, tetapi IGRA Propinsi, kita mengikuti program mereka,” kata Nur Aini, Senin (7/3/2016) siang.

Nur Aini juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kantor Kementrian Agama (Kan. Kemenag) Tuban terkait kegiatan tersebut. PD IGRA Tuban juga sudah menyarankan kepada lembaga agar memakain dana Bantuan Operasional (BOP) dari pusat untuk membayar pendaftaran peserta.

Selain itu, aplikasi itu dapat dipakai, dan sangat dibutuhkan sekolah untuk menunjang pendidikan anak. “Kalau tidak bisa menggunakan berarti tidak paham dengan cara pengoperasionalannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kan. KemenagTuban, Abdul Wahib mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui program tersebut, karena program tersebut dari IGRA Propinsi. Serta tidak ada koordinasi dengan Kantor Kemenag Tuban, langsung ke Pengurus IGRA Kabupaten. “Kemarin saya hanya diminta untuk membuka kegiatan tersebut, secara detailnya saya tidak tahu,” jelas Wahib.

Wahib menambahkan bahwa ia sudah sering mengingatkan kepada pengurus IGRA agar tidak sering melakukan kegiatan yang selalu mengeluarkan biaya. Sebab RA dan PAUD tidak memiliki sumber dana, keuangan mereka dari iuran siswanya saja. “Kita sudah sering meminta agar tidak banyak kegiatan, apa lagi mereka harus membayar,” ujarnya.

Ia menegaskan akan mengingatkan kepada pengurus IGRA agar tidak sering membuat kegiatan yang hanya membebani lembaga. Kegiatan yang dilakukan harus efektif dan efisien. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author