Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Bau Busuk Dibiarkan, Pengunjung Wisata Bektiharjo Mengeluh

Share This

SEMANDING

DIBIARKAN : Kondisi lokasi wisata Bektiharjo dikeluhkan penuh ranting dan daun busuk

DIBIARKAN : Kondisi lokasi wisata Bektiharjo dikeluhkan penuh ranting dan daun busuk

seputartuban.com – Pasca robohnya Pohon Beringin didalam kawasan wisata pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban,  masih dikeluhkan. Pengunjung mengeluh karena beberapa batang pohon sisa pemotongan masih nampak berserakan dan menutup akses jalan.

Rokhim Hidayat (27), warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban mengeluhkan pengelola terkesan lamban bertindak. “Seharusnya pihak pengelola pariwisata atau dinas terkait segera bersikap untuk memindahkan sisa-sisa potongan pohon. Dan melakukan pembersihan sisa rontokan dedaunanya,” ungkapnya, Senin (8/2/2016).

Robohnya pohon pada Senin, (1/2/2016) juga menimbulkan bau tidak sedap. Karena daun yang tidak dibersihkan mulai membusuk. Selain itu pengunjung juga direpotkan karena ranting dan sisa potongan pohon masih berserakan hingga menutup salah satu akses jalan disebelah utara kolam.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Pemkab Tuban, Sunaryo, justru terkesan menyalahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Karena robohnya pohon berusia ratusan tahun itu akibat bencana.

“Kalau terkait pengelolaan sektor pariwisatanya tanggung jawab kami. Robohnya pohon itu kan disebabkan kejadian bencana alam, jadi yang harus bertanggung jawab untuk pemotongan dan pembersihanya ya BPBD Kabupaten Tuban, bukan kami,” tegasnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaen Tuban menanggapi sebaliknya, pihak Disperpar terkesan sembunyi tangan dalam kasus ini. “Memang robohnya pohon beringin itu disebabkan oleh kejadian bencana alam. Dan tanggung jawab kami melakukan pemotongan pohonya agar segera dapat dilakukan evakuasi. Tapi kalau pembersihanya itu sudah masuk ke ranah fasilitas pihak pengelola pariwisatanya, dan bukan lagi tanggung jawab kami,” tegas Joko.

Kondisi ini membuat pengunjung sangat tidak nyaman, bahkan beberapa diantarya memilih lokasi lain untuk menikmati liburan Imlek. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author