Published On: Kam, Sep 22nd, 2016

Batas Akhir Perekaman E-KTP Hingga Pertengahan 2017

TUBAN

seputartuban.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dalam siaran resminya belum lama ini memberikan kelonggaran batas akhir waktu perekaman data e-KTP hingga pertengahan 2017. Meskipun mulai 1 Oktober mendatang KTP manual tidak berfungsi.

MEMBELUDAK : Pelayanan E KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Tuban selalu ramai sejak adanya pembatasan akhir perekaman

MEMBELUDAK : Pelayanan E KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Tuban selalu ramai sejak adanya pembatasan akhir perekaman

Kepala Bidang (Kabid) Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban, Gunadi, mengatakan perpanjangan waktu tersebut karena secara nasional masih banyak warga belum melakukan perekaman data e-KTP. Dengan demikian batas waktu perekaman data e-KTP yang semula 20 September 2016, kemudian dipastikan diundur hingga pertengahan 2017 mendatang.

Sehingga masyarakat juga diharapkan untuk tidak panik. “Maka hingga paska bulan September kami akan tetap setia melayani perekaman data diri itu,” ujarnya.

Gunadi menyampaikan hingga saat ini masih sekitar lima persen dari jumlah wajib KTP sebanyak 1.072.013 jiwa yang belum merekam, atau tinggal 50 Ribuan warga yang harus melakukan rekaman e-KTP.

Diketahui sebelumnya, sejak tiga bulan terakhir jumlah pemohon E-KTP terus membludak. Rata-rata per hari mencapai 500 antrean, sehingga menyebabkan sejumlah warga yang dapat kembali pulang karena kehabisan nomor tunggu.

Karena banyaknya permintaan masyarakat yang mengajukan pembuatan e-KTP, instansinya saat ini juga menambah jumlah petugas pelayanan e-KTP sebanyak 18 orang. Meliputi pencatatan sipil, perekaman, foto, dan beberapa petugas pendukung lainnya.

Kepada masyarakat dihimbau agar melakukan perekaman e-KTP di kantor kecamatan. Apabila seluruh pemohon mengurus di kantor Disdukcapil, maka pelayanannya juga kurang maksimal. Jika memang diperlukan, pihaknya dapat menugaskan staf memberikan pelayanan e-KTP di kantor desa.

Dengan catatan jumlah pemohonnya memenuhi kuota, yakni minimal 100 pemohon. “Kantor Disdukcapil memiliki kapasitas yang terbatas, maksimal cukup 500 pemohon,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author