Published On: Jum, Feb 27th, 2015

Baru Seumur Jagung Jalan Poros Kecamatan Kerek Ambrol

KEREK

BARU SEUMUR JAGUNG: Kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kerek dan Montong, April 2014 lalu.

BARU SEUMUR JAGUNG: Kondisi jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kerek dan Montong, April 2014 lalu.

seputartuban.com–Meski belum genap berumur setahun dibangun, namun kondisi jalan raya poros yang menghubungkan Kecamatan Kerek dan Montong sudah rusak.

Di sana sini aspal jalan tak jelas mengelupas dan bergelombang. Namun kondisi ini menurut Pemkab Tuban bukan karena buruknya kwalitas proyek. Tapi lebih dikarenakan kedua sisi jalan belum terdapat drainase.

LUBANG MENGANGA : Kondisi salah satu ruas jalan sudah berlubang

LUBANG MENGANGA : Kondisi salah satu ruas jalan sudah berlubang, Pebruari 2015

Pantauan seputartuban.com di lapangan, kondisi jalan di kawasan Watu Rupit, Kecamatan Kerek terlihat rusak parah pada beberapa sisi. Padahal bangunan ini selesai dikerjakan akhir tahun 2013 dengan biaya Rp 1 miliar. Biaya ini termasuk untuk pelebaran jalan.

Usai dibangun, pada April 2014 rekanan proyek ini juga mendapat teguran dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban, karena sudah mengalami kerusakan meski baru beberapa bulan selesai pembangunan.

“Kita sudah mengirimkan surat peringatan kepada rekanan tersebut. Sudah kita berikan batas waktu untuk memperbaikinya,” kata Kepala Dinas PU Kabupatem Tuban, Choliq Qunnasich, kepada seputartuban.com, Selasa (15/04/2014) silam.

BAHAYA : Ruas jalan lainya juga sangat membahayakan pengguna jalan, Pebruari 2015

BAHAYA : Ruas jalan lainya juga sangat membahayakan pengguna jalan, Pebruari 2015

Saat dikonfirmasi kembali soal kerusakan jalan poros kecamatan itu setahun pasca pembangunan, Choliq mempunyai pendapat berbeda. Dia mengklaim, kerusakan ini dikarenakan pada kedua sisi jalan tidak terdapat saluran air.

“Tembok penahan tanah yang ada disekitar jalan itu mengalami pergeseran, sehingga jalannya sering mengalami kerusakan,” jelas Choliq, Jumat (27/02/2015) siang.

Kerusakan juga terjadi di kawasan Desa Hargoretno. Jalan poros kecamatan ini mengalami kerusakan sekitar 400 meter. Sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas di kawasan ini.

Kondisi ini semakin rawan karena posisi jalan berada pada tikungan maupun tanjakan atau turunan yang cukup tajam. Saat malam hari kawasan ini juga sangat minim lampu penerangan. Hal ini menambah semakin rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Choliq belum dapat memastikan perbaikan akan dilakukan segera. Karena pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu.

“Kita akan lakukan kajian dulu. Apakah dengan penanganan salah satu atau perlu adanya perbaikan seluruhnya dan apakah pengerasan jalannya harus ada penahan pondasi,” tandas dia. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author