Published On: Jum, Mar 25th, 2016

Baru Dibangun Jalan Merakurak Sudah Rusak

MERAKURAK

KERJA BURUK : Kondisi jalanan poros Kecamatan Merakurak yang sudah rusak meski baru selesai dibangun

KERJA BURUK : Kondisi jalanan poros Kecamatan Merakurak yang sudah rusak meski baru selesai dibangun

seputartuban.com – Poros jalan Merakurak yang baru dibangun dengan biaya Anggaran dan Pendapatan Daerah (APBD) 2015 sebesar Rp. 5 miliar saat ini kondisi sudah rusak. Terlihat ruas jalan mengalami keretakan dan berlubang. Kondisi ini membuat anggota dewan angkat bicara, mengatakan buruknya perencanaan menyebabkan kwalitas bangunan buruk.

Anggota Komisi D DPRD Tuban, Rohmad mengatakan perencanaan dan spek bangunan tersebut tidak sesuai dengan kultur tanahnya. Sehingga menyebabkan bangunan tersebut mengalami keretakan, seharusnya jalan tersebut pembangunannya menggunakan beton agar lebih kuat dan tahan lama.

“Untuk bangunan baru dan dengan kondisi tanah yang berair harus menggunakan beton agar bisa tahan dan kuat,” kata Rohmad, Rabu (23/3/2016).

Selain itu, kerusakan itu juga disebabkan karena muatan kendaraan yang melintas dijalan tersebut melebihi tonase. Seharusnya Pemkab juga harus memperhatikan hal itu, sebab jalur tersebut mengarah ke perusahaan dan merupakan jalur alternatif.

“Dipertigaan pasar Merakurak harus dipasang rambu larangan kendaraan besar yang melebihi tonase melintas. Hal itu sudah pernah kita usulkan tetapi tidak ada tanggapan,” kecamnya.

Rohmad berharap agar dinas terkait dalam membuat perencanaan sesuai dengan kondisi tanah yang akan dibangun. Sebab banyak proyek yang sudah dikerjakan dan menghabiskan anggaran banyak namun belum genap setahun sudah mengalami kerusakan.

“Secepatnya kita akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Kita juga melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan dan perlu adanya perbaikan,” tegas politisi PKS itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tuban, Choliq Qunnasich menjelaskam kerusakan jalan tersebut disebabkan karena bangunan baru dan bekas akar pohon yang ada disekitar jalan yang ditebang.

Selain itu, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggung jawab rekanan untuk melakukan perbaikan. “Kita akan meminta kepada rekanan yang mengerjakannya untuk memperbaikinya. Sebab masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Choliq.

Sedangkan kultur tanah diljalan tersebut, menurut Choliq termasuk kategori sedang dan perencanaan yang dibuat sudah disesuaikan dengan kultur tanahnya. Bila ada kerusakan dimungkinkan karena adanya pergerakan tanah atau beban yang melintas melebihi kekuatan jalan tersebut. Atau kendaraan yang melintas melebihi tonase kelas jalan.

Sedangkan tahun anggaran 2016 ini, dianggarkan dana sebesar Rp. 5 miliar untuk melanjutkan pelebaran jalan tersebut sepanjang 2 kilo meter. Sebab jalan tersebut sangat padat dan perlu secepatnya dilakukan pelebaran dan ditargetkan bisa tuntas pada 2017 mendatang. “Jalur tersebut masuk dalam prioritas dan kita pastikan 2017 sudah tuntas. Untuk tahun ini akan dimulai dari timur sepanjang 2 kilo meter,” pungkasnya.

Diketahui, jalan yang sudah dibangun dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD 2015 sebesar Rp. 5 miliar untuk pembuatan saluran, pelebaran jalan sepanjang 1 KM dan perbaikan jembatan. MUHLISHIN

Update :Kerusakan Jalan Merakurak Dishub “Cuci Tangan”

Facebook Comments

About the Author