Published On: Kam, Des 18th, 2014

Banjir Tahunan Kerek Salah Konstruksi Drainase

TUBAN

SUNGAI DADAKAN: Salah satu sudut jalan poros di Kecamatan Kerek pasca hujan turun.

SUNGAI DADAKAN: Salah satu sudut jalan poros di Kecamatan Kerek pasca hujan turun.

seputartuban.com-Tampaknya warga di Kecamatan Kerek harus bersabar lebih lama untuk bisa terbebas dari banjir tahunan setiap kali musim penghujan tiba. Sebab, saat hujan deras turun dari langit yang kemudian mengubah hampir seluruh jalan poros di Kecamatan Kerek menjadi sungai dadakan, akibat buruknya sistem drainase.

Camat Kerek, Rochman Ubaid, menjelaskan setiap turun hujan dengan intensitas tinggi hampir bisa dipastikan hampir semua jalan poros yang ada di wilayahnya rutin terendam banjir. Kondisi ini suddah terjadi sejak tahun lalu.

Menurut dia, pemicu utama banjir tahunan tersebut karena pendangkalan saluran air yang ada sehingga meluap kejalan raya. Saat ini bisa dibilang semua saluran air yang berada di kanan  kiri jalan poros kondisinya dangkal, sehingga tidak mampu menampung gelontoran air yang berasal dari hujan.

“Sebenarnya untuk pengerukannya sudah kita usulkan untuk dilakukan tahun anggaran 2014 ini. Tapi tampaknya baru disetujui tahun 2015 mendatang. Kita berharap agar masyarakat bersabar,” papar Ubaid, Kamis (18/12/2014) siang.

Dia menjelaskan, pengerukan saluran air itu harus dilakukan oleh ahlinya karena di atasnya tertutup trotoar.

Ubaid mengimbuhkan, selama ini setiap kali menjelang musim hujan pihaknya bersama warga menggelar kerja bakti untuk membersihkan kotoran dan pengerukan. Namun sejak dibangunnya trotoar tersebut mempersulit warga untuk membersihkan saluran air.

“Dulu bila menjelang musim hujan kita lakukan kerja bakti untuk mengeruk saluran air itu. Namun setelah dibangun kita tidak bisa, sebab untuk membukanya saja sulit,” keluh Ubaid.

Selain itu, banjir juga disebabkan karena gundulnya hutan yang ada disebelah selatan Kecamatan Kerek, serta masih banyaknya jalan yang tidak ada saluran airnya. Juga dikarenakan banyaknya bangunan baru sehingga semakin berkurangnya lahan untuk resapan air.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author