Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Banjir Kali Kening Kepung Parengan

PARENGAN

BELUM MENGUNGSI : Banjir luapan sungai kali Kening membuat warga tetap bertahan dirumahnya masing-masing meski air mengepung desa mereka

BELUM MENGUNGSI : Banjir luapan sungai kali Kening membuat warga tetap bertahan dirumahnya masing-masing meski air mengepung desa mereka

seputartuban.com – Curah hujan tinggi yang terjadi dikawasan barat Tuban menyebabkan sungai kening atau kali kening, Selasa (9/2/2016) pagi mulai meluap. 11 desa tergenang hingga seharian, selain merendam pemukiman warga, lahan pertanian juga turut terendam.

Banjir terparah terjadi di kawasan Desa Margorejo. 4 dusun terendam banjir dengan ketinggian air hingga 12 cm. Seluruh akses jalan menuju desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan, karena badan jalan terendam banjir.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Desa Selogabus. Di desa itu terparah terjadi di Dusun Njuwet dan Dusun Polo, ketinggian air hingga hingga 80 cm. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Brangkal. Selain merendam ratusan rumah warga, jalan poros desa juga lahan pertanian masyarakat.

“Diwilayah Desa Brangkal ini, sesuai data yang kami miliki untuk jumlah rumah warga yang terendam berjumlah 132 KK. Dengan ketinggian yang bervariatif antara 80 cm, 50 cm, dan 35 cm,” ungkap Kepala Desa Brangkal, Zainal Muttaqin.

Di Desa Brangkal, Banjir bandang mulai masuk pemukiman warga mulai pukul 01.00 WIB. Perlahan mulai menggenangi rumah warga. Serta sebuah SDN, 3 mushola dan Kantor Balai Kesehatan Hewan.

PERLU BANTUAN : Kondisi pemukiman warga dikepung banjir luapan Kali Kening

PERLU BANTUAN : Kondisi pemukiman warga dikepung banjir luapan Kali Kening

Tidak ketinggalan, tanaman padi 45 hektar juga dikhawatirkan gagal panen. Lantaran padi yang tinggal menunggu waktu menguning tersebut seluruhnya terendam. Sedangkan ternak warga sudah diungsikan sejak pukul 03:00 WIB dini hari.

“Kali kening ini merupakan tempat bermuaranya air dari wilayah Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Senori, Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Montong. Ditambah posisi Bengawan Solo sebagai hilirnya juga sedang meluap. Kami hawatir banjir ini akan lama surutnya,” imbuh Camat Parengan, Didik Purwanto.

Bantuan dari BPBD sudah diberikan melalui Kepala Desa (Kades) serta menyiagakan 2 perahu karet. Namun sebagian besar warga masih enggan mengungsi. “Upaya yang kami lakukan saat ini melakukan pendataan. Memberikan bantuan makanan dan berupaya memberikan fasilitas kesehatan dengan bekerjasama melibatkan pihak Puskesmas setempat,” tegas Camat.

Diketahui banjir melanda 11 desa di Kecamatan Parengan. Di Desa Sembung, banjir merendam jalan poros desa sepanjang 500 meter dengan ketinggian 50 cm. Di Desa Kumpulrejo merendam 16 rumah dan 2 hektar lahan pertanian dan jalan poros desa 200 meter.

Sedangkan di desa Cengkong merendam 80 rumah, 25 hektar sawah, 1 sekolah, dan jalan poros desa 1 KM dengan ketinggian air 80 cm. Kemudian di Desa Kemlaten, merendam 5 rumah warga, 6 hektar sawah dan jalan poros desa 500 meter dengan ketinggian air 20 cm.

Kemudian di Desa Brangkal merendam 132 rumah, 4o hektar sawag, 1 pos pembantu puskesma, 1 Pusat kesehatan hewan dan 2 SDN. Serta jalan poros desa sepanjang 2,5 km dengan ketinggian air mencapai 50 cm.
di Desa Mergoasri, banjir merendam 56 rumah dan 10 hektar sawah serta 800 meter jalan poros desa dengan ketinggian 50 cm. Di Desa Margorejo banjir luapan sungai itu juga merendam 270 rumah dengan ketinggian 50 cm. Menyebabkan dinding rumah milik Sulini jebol karena diterjang arus sungai. Selain itu juga merendam SDN II Margorejo, 37 hektar sawah dan jalan poros desa 1 km dengan ketinggian hingga 80 cm.

Kemudian di Desa Suciharjo, 91 rumah terendam dan 2,5 hektar sawah serta sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan ketinggian air hingga 50 cm. Dan jalan poros desa sepanjang 500 meter dengan ketinggian 30 cm.

Banjir di Desa Selogabus merendam 50 rumah, 45 hektar sawah, bangunan SDN II Selogabus dan jalan poros desa sepanjang 1,5 km. Sedangkan di Desa Sukorejo, banjir merendam 25 rumah warga, 1 hektar sawah, 800 meter jalan poros desa. Kemudian di Desa Parangbartu, banjir merendam 51 rumah, 1 diantaranya hampir roboh dan merendam jalan desa 360 meter dengan ketinggian air hingga 70 cm. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author