Published On: Sel, Des 30th, 2014

Banjir Bandang Tuban Renggut Asset Warga Rp 2 Miliar

TUBAN

FASILITAS UMUM: Sebuah jembatan di Kecamatan Kerek ambrol akibat banjir bandang yang terjadi Sabtu (27/12/2014) malam.

FASILITAS UMUM: Sebuah jembatan di Kecamatan Kerek ambrol akibat banjir bandang yang terjadi Sabtu (27/12/2014) malam.

seputartuban.com-Kendati hanya berlangsung dalam hitungan menit, namun akibat banjir bandang yang menyapu sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban Sabtu (27/12/2014) malam lalu, telah menghancurkan sejumlah asset warga. Hitungan kasar sementara asset warga yang porak poranda mencapai angka Rp 2 miliar lebih.

Beberapa kantong wilayah terparah banjir bandang dampak intensitas hujan yang tinggi meliputi Kecamatan Tuban, Kecamatan Merakurak, Kerek dan Kecamatan Montong. Sejumlah rumah rakyat rusak ringan hingga berat akibat dihantam banjir bandang. Selain itu, ratusan  hektar lahan pertanian yang mayoritas merupakan tadah hujan rusak parah setelah disapu air bah.

Kabag Humas Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, mengatakan pemicu utama banjir bandang yang menerjang ketiga wilayah ini  akibat beberapa tanggul sungai jebol, sehingga air masuk ke rumah-rumah penduduk.

SIBUK: Salah satu keluarga di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, yang rumahnya direndam banjir bandang.

SIBUK: Salah satu keluarga di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, yang rumahnya direndam banjir bandang.

Banjir bandang kali ini juga merusak beberapa fasilitas umum seperti jembatan,jalan, saluran air, puskesmas serta balai desa.

Menurut dia, sebanyak 350 rumah warga di Desa Sumurgung Kecamatan Tuban terendam banjir dan seluas 20 hektar sawah mengalami rusak. Di Kecamatan Merakurak juga bernasib sama.

Sebanyak 100 kepala keluarga di Desa Mandirejo rumahnya kemasukan air hingga setinggi paha orang dewasa, Desa Tahulu ada 60 kepala keluarga dan Desa Kapu sebanyak 100 KK juga direndam banir.

Sedangkan Kecamatan Kerek di Desa Gaji sebanyak 300 kepala kelaurga dan seluas 52 hektar lahan persawahan terendam air, Desa Temayang tiga titik tanggul sungai ambrol, Desa Jarorejo 15 hektar persawahan kebanjiran dan di Desa Wolutengah seluas 13 hektar lahan persawahan diperkirakan mati karena terendam air.

Sedangkan di Kecamatan Montong kondisi terparah menimpa Desa Guwoterus yakni sebanyak 100 rumah warga direndam banjir. Sebagian bahkan  rumahnya jebol akibat derasnya kiriman banjir bandang. Di Desa Montongsekar sebanyak 500 kepala keluarga juga mengalami nasib tak jauh beda .

“Ini baru data sementara yang kita peroleh. Sebab hingga saat ini pemerintah kecamatan setempat bersama perangkat desa masih melakukan identivikasi kerugian dan kerusakan yang disebabkan oleh banjir bandang kali ini,” tutur Teguh, Selasa (30/12/2014) siang.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author