Published On: Ming, Okt 5th, 2014

Bangunan SDN Rawan Runtuh Tetap Dipakai Sekolah

Share This
Tags

SOKO

WAS-WAS : Siswa belajar ditengah kecemasan, karena bangunan sudah sangat tidak layak digunakan

WAS-WAS : Siswa belajar ditengah kecemasan, karena bangunan sudah sangat tidak layak digunakan

seputartuban.com – Siswa kelas 2 dan 3 SDN Bangunrejo 2, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban harus rela belajar layaknya zaman sebelum kemerdekaan. Yakni proses pembangunan belum merata hingga pedesaan. Karena tempat belajar mereka bangunan tua yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.

Hasil pantauan seputartuban.com, Sabtu (4/10/2014) terlihat bangunan 4 ruang tersebut kondisinya sudah sangat tidak layak. Karena dinding yang terbuat dari kayu sudah banyak berlubang dan lapu. Kondisi serupa juga terjadi sisi atap dan kerangka bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu.

Kondisi ini mengakibatkan saat siswa kelas 2 sebanyak 28 siswa, kelas 3A sebanyak 18 siswa dan kelas 3B sebanyak 19 siswa saat musim hujan selalu terganggu. Karena jika hujan lebat air masuk ruangan dari teras dan melalu atap. Bahkan saat angin kencang sempat rangka kayu jatuh. Kondisi bangunan nampak sudah sangat tua dan sangat perlu direhab.

TUA RENTA : Bangunan ruang kelas SDN Bangunrejo 2 nampak dari luar

TUA RENTA : Bangunan ruang kelas SDN Bangunrejo 2 nampak dari luar

Kepala SDN Bangunrejo 2, Kastinah mengatakan bangunan tua ini terdiri dari 4 ruang, 3 ruang digunakan proses belajar dan 1 ruang lainya dibiarkan karena kondisinya sudah sangat rusak. “Sebenarnya bangunan gedung tempat belajar mengajar ini sudah tidak layak pakai karena termakan oleh usia. Kayu yang mulai lapuk, eternit yang terkadang jatuh ketika ada angin lebat. Air hujan masuk ke ruang dari teras luar dan atas lewat celah genteng yang sudah lama pecah pecah,” ungkapnya.

Pada tahun 2007 pihak sekolah mendapatkan dana rehab gedung, namun hanya untuk 4 ruang saja. Terdiri dari 3 ruang kelas dan 1 ruang belajar. Kemudian tahun 2010 lalu mendapat pembangunan 2 ruang saja karena dana sangat terbatas, sehingga tidak cukup untuk melakukan rehab berat.

Kemudian 2012 kembali mengajukan pembangunan untuk rehab berat gedung tua ini. Namun juga belum ada realisasi. “Cuma 4 sampai 5 bulan kemarin ada yang survey bangunan, tapi sampai sekarang kok tidak ada material satupun atau pemberitahuan mulai pekerjaan. Kami kawatir kalau ini tidak segera diperbaiki akan menimbulkan dampak buruk bagi siswa yang sedang belajar. Kalau tiba-tiba rubuh gimana, lha wong kondisi bangunanya sudah seperti itu,” kata Kastinah cemas.

Menurut Kepala UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Soko, Supaat mengatakan diwilayah kerjanya hanya SDN Bangunrejo 2 yang memerlukan rehab berat gedung. Serta membenarkan jika kondisi gedung sudah sangat memprihatinkan. “Di Soko hanya SDN itu yang memerlukan rehab berat,” jelasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos