Published On: Sen, Sep 29th, 2014

Bangunan Prasarana Air Bersih Senilai Rp. 400 Juta Masih Nganggur

Share This
Tags

PARENGAN

SUDAH SEBULAN : Sarana dan prasarana air bersih di Dusun Krajan, Desa Pacing, Kecamatan Parengan ini masih belum difungsikan. Karena pihak desa masih mempertimbangkan langkah yang bijak agar tida menimbulkan konflik sosial

SUDAH SEBULAN : Sarana dan prasarana air bersih di Dusun Krajan, Desa Pacing, Kecamatan Parengan ini masih belum difungsikan. Karena pihak desa masih mempertimbangkan langkah yang bijak agar tida menimbulkan konflik sosial

seputartuban.com – Program pembangunan sarana prasarana air bersih di Desa Pacing, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban senilai Rp. 400 juta lebih telah selesai dikerjakan 30 Agustus lalu. Namun meski sudah sebulan selesai dikerjakan, tempat air ini belum difungsikan karena masih dipersoalkan warga.

Program ini berada di kawasan Dusun Krajan, desa setempat. Namun rencana pengambilan sumber air dari Sendang Gede, kawasan Dusun Besulu desa setempat. Hal inilah yang memicu polemik warga. Karena selama ini dari sumber air warga Dusun Besulu, Dusun Tegalboro, Dusun Pacing, menggantungkan ketersediaan sumber air.

Salah satu penuturan warga saat di Sendang Gede, Nur Khamid (58) menuturkan selama ini warga 3 dusun tersebut mendapat aliran air sepanjang tahun melalui jaringan air bersih yang dibangun melalui dana PNPM. Saat musim hujan memang sumber air sangat melimpah, namun saat kemarau debit air sendang menurun hingga 60 persen.

Yang ditakutkan warga, jika sumber air juga disedot untuk penampungan baru ini, warga 3 dusun akan kekurangan pasokan air. “ Ya kalau musim penghujan tidak apa-apa mas airnya diambil karena volume air melimpah ruah. lha kalau musim kemarau kan debit airnya otomatis berkurang. Kalau air dari Sendang Gede diambil apa kita masih kebagian air,” tuturnya.

Persoalan lain yang menjadi kendala belum beroperasinya pengelolaan air bersih ini karena belum dibentuk manajemen oleh desa yang secara khusus mengelolanya. Sehingga pemerintah desa tida dapat mengelolanya secara langsung jika berhubungan dengan keuangan air.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Pacing, Said membenarkan adanya pro dan kontra ditengah warganya. Pihaknya hingga saat ini tidak berpangku tangan. Yakni masih melakukan kajian dan musyawarah untuk mengambil keputusan yang tepat.

Karena pihak desa tidak bersiap bijak, bukan tidak mungkin akan menimbulkan perselisihan warga, karena berhubungan langsung dengan hajat hidup mereka. “Ini masalah warga masih kami bahas. Jangan sampai ada konflik sosial gara-gara ini,” jelasnya.

Diketahui, pembangunan sarana dan prasarana air bersih ini senilai Rp. 400 juta lebih bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Tuban tahun 2014. Dikerjakan oleh CV Adhika Karya Sejahtera mulai pengerjaan 2 Juni 2014 selesai 30 Agustus 2014. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author