Published On: Ming, Des 4th, 2016

Balapan Renang Berujung Tewas Tenggelam

PLUMPANG

seputartuban.com – Setelah hilang tenggelam selama 15 jam akibat belum mahir berenang, jenazah Bagus Bayu Aji (17) asal Dusun Sisir, Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Sabtu (3/12/2016) pagi berhasil ditemukan tim gabungan.

AKHIRYA DITEMUKAN : Jasad korban tenggelam saat dievakuasi lokasi kejadian oleh tim gabungan

AKHIRYA DITEMUKAN : Jasad korban tenggelam saat dievakuasi lokasi kejadian oleh tim gabungan

Korban ditemukan pukul 10.15 WIB di area persawahan yang tergenang luapan air bengawan solo. Dengan kedalaman air 3 meter, dengan lokasi penemuan sekitar 7 mter dari lokasi awal korban tenggelam.

Korban ditemukan oleh Jayadi, tetangga dusun korban yang setiap hari sebagai penambang pasir manual. Yakni mengambil pasir dari dasar air dengan cara menyelam, “Korban ini dikabarkan tenggelam sejak Jumat (2/12/2016) pukul 16.30 WIB. Kemarin pencarianya dilakukan sampai malam hari, namun terkendala cuaca akhir pencarian diteruskan lagi paginya.” terang Camat Plumpang, Sudarmaji dilokasi kejadian.

Jenazah pelajar SMK Muhammadiyah 5 Babat itu ditemukan menggunakan jangkar berukuran kecil. Yakni, jangkar yang semula sudah terikat disebuah tali tambang berukuran kecil dilemparkan kearah barat laut kurang lebih sejauh 200 meter.

Setibanya jangkar menyentuh dasar air kemudian tambang ditarik secara perlahan. Namun, jangkar tersangkut hingga ia menceburkan diri kedasar air untuk mengetahui benda apa yang telah menyangkut di jangkarnya.

Setelah diketahui yang menyangkut itu adalah jasad yang dicari, kemudian dievakuasi ke tepi genangan air dengan menggunakan perahu karet. Korban ditemukan masih memakai busana seperti sebelum saat tenggelam. Yakni memakai  kaos lengan pendek, dan bercelana training pendek. “Meninggalnya korban murni akibat tenggelam, petugas tidak menemukan tanda tanda atau bekas penganiayaan pada jasadnya setelah dilakukan visum luar,” tegas Kapolsek Plumpang, AKP Singgih Sujianto.

Sebelum, korban bermain air luapan sungai bengawan solo yang menggenangi area persawahan warga dengan kedua temanya. Yakni Doni (17) dan Naim (20) menggunakan getek’an (perahu yang disusun dari batang pohon pisang). Setibanya ditengah berjarak kurang lebih 500 Meter dari bibir tanggul, mereka memutuskan untuk beradu ketangkasan berenang. Yakni dengan cara melompat dari perahu getek’an dan berenang menepi. Karena belum mahir berenang, korban kemudian tenggelam tanpa sepengetahuan teman-temanya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author