Published On: Sel, Feb 16th, 2016

Balap Motor Masih Terabaikan Jadi Balap Liar

TUBAN

SALAH TEMPAT : Aksi drag race jalanan

SALAH TEMPAT : Aksi drag race jalanan

seputartuban.com – Belum adanya arena balap motor di Kabupaten Tuban membuat penyaluran hobi salah tempat. Meraka menyalurkan hobi dengan balap liar, hingga jadi ajang taruhan. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan jiwa mereka maupun pengguna jalan lainya.

Salah satu pelaku balap liar ternama, Dn (22), pemuda asal Kecamatan Merakurak dan Ss (24), awal Kecamatan Jenu, keduanya dianggap jago dibidang Drag Race atau adu kecepatan trak lurus. Mereka berdua juga sering memenangkan taruhan antara Rp. 300 ribu hingga Rp. 500 ribu dalam sekali tanding.

Kondisi ini disayangkan sejumlah club motor di Tuban. Salah satunya Club Yamaha Fiz R, mengatakan hingga saat ini belum ada tempat menyalurkan hobi balapan. Hanya ditindak saat balapan, namun tidak disalurkan hobi mereka dengan diberikan fasilitas tempat maupun event. Sebenarnya dengan keahlian mereka jika disalurkan dengan benar dapat membawa nama baik Tuban ke luar. “Kami yakin bisa membawa harum nama Tuban dengan kemampuan yang dimiliki,” terang Normadhin Azhar (24), salah satu pengurus.

Dibanding kabupaten tetangga, meski fasilitas balap tidak memadahi namun sangat sering dilaksanakan event. Sehingga mereka dapat menyalurkan bakat dan kemampuanya dalam lintasan lomba. Secara keuangan, sebenarnya mereka sudah cukup mampu untuk turun ke perlombaan meski dengan biaya mandiri.

Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Tuban, IPDA Asik membenarkan hingga saat ini memang belum ada solusi atau upaya untuk penyaluran hobi.  “Belum ada, selama ini belum ada yang mengajukan baik itu dari pihak club motor, asosiasi yang menaungi klub motor ataupun pihak ketiga yang mengajukan pelaksaan kegiatan road race di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.

Namun demikian pihak Sat lantas Polres Tuban sudah berupaya maksimal untuk menekan pelaku balap liar. Selain dilakukan penindakan dengan razia juga melalui penyuluhan. Serta pembinaan club motor, namun untuk penyaluran hobi balapan masih belum dapat direalisasikan. “Selama ini kita haya memberikan tentang wawasan-wawasan berlalulintas, pembinaan kemasyarakatan yang mengarah kepada kegiatan kegiatan sosial,” tegasnya.

Saat ini, 12 klub motor resmi dibina Polres Tuban. Dengan disertai kelengkapan administrasi dan data keanggotaan. Diantaranya akta notaris, struktur keanggotaan, AD/ART,  serta program kerja klub yang bernilai positif. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author