Published On: Sen, Jun 5th, 2017

Bahaya, Tuban Marak Usaha Ikan Asih Berformalin

seputartuban.com, TUBAN – Aktifitas usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Tuban diduga kuat menggunakan formalin. Dari hasil pengungkapan kasus yang dilakukan aparat Polres Tuban.

BAHAYA IKAN ASIN : Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad didampingi Kasat Reskrim dan Kasubbag Humas saat jumpa pers kasus ikan asin formalin di Mapolres Tuban,

Berdasarkan data dari Polres Tuban, sebanyak 8 perusahaan pengolahan ikan akin diduga menggunakan formalin dalam mengolah produknya. Kasus itu diungkap mulai Minggu (1/1/2017) hingga Senin (5/6/2017). Berdasarkan hasil uji labolatorium, diketahui ikan asin hasil produksi positif menggunakan pengawet mayat tersebut.

“Kandungan formalinya sebesar 1,5 PPM. Penggunaan Zat kimia jenis ini dilarang karena bersifat racun (Carsinogenic) H2o2. Dapat menyebabkan kangker apabila ditambahkan pada makanan dan dimakan atau dikonsumsi oleh manusia dalam jangka panjang,” beber Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad kepada wartawan. Senin (5/6/2017) siang.

Rincianya, seluruh pemilik usaha yang diduga menyimpang tesebut adalah R (54), warga Desa Pabean, RT 01 RW 01, Kecamatan Tambakboyo, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian IF (39) warga Desa Glodok, HN (32) warga Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Serta MU (39) warga Desa Boncong, Kecamatan Bancar. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan pada Kamis (18/5/2017) siang. Sedangkan 4 terduga pelaku lainya saat ini masih dalam pengembangan kasusnya.

Mereka menggunakan formalin yang biasanya digunakan sebagai pengawet mayat, pembasmi serangga, serta campuran industri tekstil berbahan dasar kayu tersebut bertujuan agar ikan asin tidak mudah membusuk. Sehingga dapat dijual dalam waktu jangka panjang. Hal itu sangat menguntungkan dalam bisnis penjualan ikan asin.

Dari data penyelidikan petugas, rata rata perusahaan tersebut mampu memproduksi sebesar 5 kuintal ikan per-hari. Dengan wilayah penjualan di Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Rembang, Kabupaten Lamongan, hingga wilayah surabaya.

“3 tersangka sementara ini belum dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor. Sampai menunggu hasil uji Lab dari BPOM keluar. Ini untuk menentukan proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kapolres.

Seluruh pelaku tersebut diancam dengan pasal 204 KUHP dan pasal 136 JO Pasal 75 Ayat 1 undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 8 Tahun.

Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap 4 pelaku usaha dibidang serupa diwilayah Kecamatan Soko. Kasusnya serupa yakni dugaan penggunaan formalin dalam pengolahan ikan asin. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author