Published On: Kam, Agu 10th, 2017

Babak Baru Perjuangan Warga Gaji Dapatkan Status Tanahnya

seputartuban.com, KEREK –  Warga Desa Gaji,  Kecamatan Kerek,  Kabupaten Tuban kembali menempuh jalur hukum,  mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Setelah sebelumnya gugatanya kandas pada tahun 2016 silam. 

Bukti Gugatan : Inilah surat penolakan yang sebagai bahan bukti gugatan warga ke PTUN Surabaya

Kali ini berbeda dari gugatan sebelumnya.  Yakni 8 warga Desa Gaji yang tanahnya juga sudah masuk dalam peta bidang tanah PT Semen Indonesia yang menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN).  Sedangkan pada gugatan tahun lalu yang ditolak adalah 16 warga yang tanahnya belum pernah dilakukan pengukuran. 
“Gugatan yang 8 orang warga yang pernah diukur BPN yang tidak terbit surat ukur. Dengan alasan telah diukur oleh warga pada tahun 1998 yang kami anggap fikir.  Yang diklaim sekarang oleh PT SI (Semen Indonesia), ” ungkap koordinator warga,  Abu Nasib,  Rabu (9/8/2017). 

Kedelapan orang tersebut adalah Giring, Sujani, H.  Rois, Djayat, Taji, Tarsidah serta Wasidin. Melalui LBH Ansori,  mereka mengajukan gugatan.  Lahan mereka bagian dari puluhan hektare luas lahan yang masih menjadi polemik antara warga dengan BUMN perusahaan semen itu.  Warga tidak pernah merasa menjual dan pihak perusahaan merasa memilikinya dan masuk peta bidangnya karena sudah melakukan pembelian.

bu Nasir menegaskan masyarakat tidak akan pernah padam semangatnya untuk mendapatkan hak atas tanahnya.  Termasuk upaya melaporkan kasus ini kepada lembaga negara ditingkatkan pusat.  Seperti yang sudah dilakukan ke KPK,  Komisi Ombudsmen dan lainya.  Karena selama ini berbagai upaya yang dilakukan ditingkatkan daerah tidak membuahkan hasil.  “Kami akan berjuang sampai kapanpun,  sampai titik darah penghabisan.  Karena hak kami harus kita perjuangan,”  tegasnya. 

Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum,  PT Semen Gresik,  Aris Sunarso tidak berkomentar banyak.  Karena pihaknya masih mendalaminya. “Kami sedang mempelajarinya. Saya pastinya akan berkoordinasi dengan pihak legal dulu untuk mempelajarinya,”  katanya singkat. 

Sementara itu pihak BPN Tuban belum dapat dikonfirmasi terkait gugatan warga itu.  Diketahui kasus ini sudah sejak lama,  berbagai upaya warga dilakukan.  Mulai eksekutif, legislatif,  aparat hukum hingga pertemuan-pertemuan hingga berulang melakukan aksi unjuk rasa juga belum membuahkan hasil. 

Bahkan dalam sebuah kesempatan pertemuan, sempat terkuak beberapa data pemilik tanah dan lokasi tanah versi perusahaan tidak sesuai dengan kondisi aslinya.  Serta sudah menjadi rahasia umum di kalangan warga,  bahwa diduga tokoh utama penjualan tanah warga secara sepihak mengaku menjual surat bukan menjual tanah warga.  Nals

Facebook Comments

About the Author