Published On: Kam, Agu 25th, 2016

Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Desa Talun

TUBAN

seputartuban.com – Kepala Desa Talun, Kecamatan Montong, kini sudah menjadi penghuni Lapas Tuban, sebagai tahanan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa Khusus (ADDK) dan Dana Desa (DD) 2015 sebesar Rp. 110 juta. Setelah kasusnya dilimpahkan penyidik Polres Tuban ke Kejaksaan Negeri Tuban, Kamis (18/8/2016), dia ditahan untuk memudahkan penyidikan jaksa.

ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi

Hasil penyidikan menyebutkan sejumlah anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) diantaranya tidak direalisasikan oleh tersangka namun anggaranya sudah dicairkan. Yakni pembelian keranda jenazah Rp. 20 juta, pengadaan pompa air Hippam (sibel) Rp. 25 juta dan pelatihan membatik Rp. 30 juta.

Pengadaan laptop sebesar Rp. 7,7 juta, tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebesar Rp 5,9 juta, pengadaan sarana prasarana olahraga sebesar Rp. 5 juta, dan ketenteraman dan ketertiban (trantip). Sedangkan korupsi DD dugaan penyimpangannya Rp 10 juta.

Sedangkan modus yang digunakan tersangka, anggaran yang tidak terbelanjakan atau sisa lebih anggaran pembiayaan itu tidak dikembalikan lagi ke rekening desa, namun dicairkan dan dipindahkan ke rekening pribadinya.

“Pertimbangan penahanan ini untuk mempermudah pemeriksaan, selain itu untuk menghindari agar tidak berupaya melarikan diri dan mencoba menghilangkan barang bukti,” terang Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Endra kemarin siang.

Tersangka dijerat dengan Pasal 3 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan barang bukti yang disita petugas, diantaranya adalah buku APBDes,, buku Kas Desa, buku tabungan pemerintahan desa, rekening koran pemerintahan desa, buku laporan pertanggung jawaban penggunaan, serta uang sisa penggunaan sebesar Rp 12.381.700.

Untuk keperluan penyidikan petugas, masa penahanan tersebut akan dilakukan selama 20 hari. “Masa penahanan akan diajukan penambahan selama 40 hari lagi jika masih memerlukan untuk rangkaian penyidikanya,” pungkasnya.

Diketahui, Pihak  penyidik Polres Tuban melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut atas informasi masyarakat pada pertengahan bulan Juni 2015 lalu. Dengan masa penyelidikan dan penyidikan yang menghabiskan waktu selama kurang lebih delapan bulan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author