Published On: Sen, Apr 13th, 2015

Awas!, PDIP Tuban Siap “Seruduk” Incumbent

TUBAN

ABU CHOLIFAH: Kita wajib mengusung jago sendiri. Ini amanat partai yang harus kita kawal. Harus sukses. Pada prinsipnya kita siap berhadapan dengan partai manapun.

ABU CHOLIFAH: Kita wajib mengusung jago sendiri. Ini amanat partai yang harus kita kawal. Harus sukses. Pada prinsipnya kita siap berhadapan dengan partai manapun.

seputartuban.com-Klaim DPC PKB Tuban sapu bersih partai “KIH” atau “Koalisi Indonesia Hebat” untuk mengusung Bupati Tuban Fathul Huda sebagai petahana dalam ajang Pilkada 2015 Desember mendatang sepertinya hanya gertak sambal.

Buktinya, DPC PDIP Tuban sebagai salah satu penggawa “KIH” terang-terangan akan mengusung jago sendiri dalam even suksesi lima tahunan dengan agenda pemilihan bupati dan wakil bupati di Bumi Ronggolawe tutup tahun nanti.

Sekretaris DPC PDIP Tuban, Abu Cholifah, menegaskan sesuai AD/ART partai banteng bermoncong putih dan perintah harian Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri wajib untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan pilkada.

Hal itu mengisyaratkan, bahwa DPC PDIP Tuban harus mengusung calon sendiri untuk menjadi bupati dan wakil bupati, meski risikonya siap berseberangan dengan partai penguasa yakni DPC PKB yang jelas-jelas mengusung kembali Bupati Tuban Fathul Huda dalam pilkada kali ini.

“Kita wajib mengusung jago sendiri. Ini amanat partai yang harus kita kawal. Harus sukses. Pada prinsipnya kita siap berhadapan dengan partai manapun. Termasuk DPC PKB Tuban,” tegas Abu saat dihubungi seputartuban.com di gedung DPRD Tuban, Senin (13/04/2015) siang.

Sementara ketika ditanya terkait perintah DPP PDIP soal berkoalisi dengan PKB sebagai anggota “KIH” yang kadernya menjadi kepala daerah, politisi asal Jatirogo ini, mengatakan hanya sebatas melakukan pengamanan dan pengawalan program dari pemerintah pusat.

Dengan begitu, tandas Abu, tidak ada kewajiban atau keharusan DPC PDIP untuk menggalang koalisi dengan partai yang berkuasa di daerah (PKB) dalam pelaksanaan pilkada.

“Itu konteksnya berbeda. Jadi kerjasama yang kita jalin saat ini untuk mengawal kebijakan dari pemerintah pusat. Tidak harus menjadi mitra koalisi dalam pilkada,” ujarnya.

Namun saat ditanya siapa jago yang akan diusung DPC PDIP Tuban, Abu mengatakan saat ini masih fokus untuk mecari mitra koalisi. Sebab DPC PDIP Tuban yang hanya memiliki lima kursi di DPRD harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa memberangkatkan calonnya.

Menurut dia, dua partai yang saat ini tengah dibidik partai pimpinan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi mitra koalisi adalah DPC Gerindra Tuban (6 kursi DPRD) dan DPC Partai Demokrat (6 kursi DPRD).

Meski tidak secara tegas menyebut mana kedua partai tersebut yang lebih pas untuk diajak berkoalisi, tapi tampaknya DPC PDIP Tuban lebih percaya dan enjoi merajut perjuangan dengan DPC Partai Demokrat.

Sinyal itu kian menguat menyusul serangkaian komunikasi dan pertemuan yang dilakukan DPC PDIP dengan DPC Demokrat pimpinan Mohamad Anwar belakangan ini.

“Tapi semuanya masih bisa berubah. Karena memang dalam politik tidak ada yang abadi kecuali kepentingan. Politik itu dinamis, Mas,” tutup Abu.

Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Tuban, Mohamad Anwar, meski tidak membantah maupun mengiyakan, namun mengakui telah menjalin komunikasi intensif dengan DPC PDIP soal rencana mematangkan koalisi untuk mengusung calon dalam pilkada nanti.

Ketika disinggung soal komposisi figur bupati dan wakil bupati yang akan dipasang nanti, Anwar menyebut bukan soal yang prinsip.

“Soal komposisi bukan harga mati. Yang penting kita maju tujuannya untuk menang, untuk perubahan, untuk rakyat Tuban. Kita nggak kaku-kakuan, harus terbuka dan saling memahami. Sederhana kok,” tutur Anwar saat dihubungi seputartuban.com, Senin (13/04/2015) malam. MUHLISHIN¬†

Facebook Comments

About the Author

Displaying 3 Comments
Have Your Say
  1. azhar berkata:

    GAK NGURUSSSI

  2. SEMBODO berkata:

    emoh aku nek dipimpin koalisi indon hebat, nyatanya ga iso kerja seperti jokowi antara kampanye dengan kenyataan berbeda 180 derajaD

  3. Kemplo berkata:

    Bolehlah..daripada 5 tahun yang sudah berjalan nggak ada perbaikan sama sekali