Published On: Ming, Apr 10th, 2016

Awas Kosmetik Ilegal Masih Bebas di Tuban

TUBAN

ilustrasi kosmetik

ilustrasi kosmetik

seputartuban.com – Khususnya kaum wanita nampaknya harus ektsra berhati-hati untuk membeli atau memakai kosmetik. Karena di Kabupaten Tuban keberadaan kosmetik ilegal masih bebas. Di sejumlah toko maupun salon-salon kecamatan dan desa.

Keberadaan kosmetik ilegal di Tuban baik penjual maupun suplier belum ada yang ditindak. Jika ada Sidak biasanya sat memasuki Ramadhan atau jelang hari raya, itupun hanya makanan dan minuman ilegal. Sedangkan kosmetik ilegal masih terkesan dibiarkan, sehingga kesehatan masyarakat dipertaruhkan akibat menggunakanya.

Mulai penjual kosmetik di toko kelas menengah, hingga salon kecantikan yang mulai menjamur di kawasan kecamatan bahkan desa. Mereka jauh dari perkotaan sehingga pengawasan, penindakan kosmetik ilegal sangat lemah.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinkes kabupaten Tuban, Saiful Hadi, mengatakan pihaknya melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan bersama Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) 3 bulan sekali. Dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan penyelidikan ke toko maupun pusat perbenjalaan.

Dijelaskan untuk Industri berskala rumah tangga, ada Nomor pendaftaran SP (Sertifikat Penyuluhan) dan Nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang dikeluarkan oleh Dinkes Kabupaten. Sedangkan produk obat-obatan, makanan dan minuman yang diproduksi oleh Industri besar harus ada nomor daftar BPOM berupa Nomor MD. Atau nomor ML yang diperuntukkan obat, makanan dan minuman olahan yang berasal dari impor.

“Dalam mengawasi obat dan makanan, kami bersinergi dengan Balai BPOM pusat maupun provinsi, termasuk dengan Disperpar. Kami berperan sebagai pengawas dan Balai BPOM berperan memeriksa serta memproses jika ditemukan obat dan makanan yang tidak aman,” katanya, Jumat (8/4/2016).

Saiful mengakui, masih seringnya menemukan produk tak berizin yang beredar di masyarakat, yang sebagian besar kosmetik. “Produk kosmetik dan obat itu hanya bisa diproduksi oleh industri besar, maka seharusnya ada nomor daftar dari BPOM,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat juga untuk selalu mewaspadai obat dan makanan dengan memperhatikan kemasan dan izin edar. Pihaknya memberi ruang kepada masyarakat untuk melakukan pengaduan ketika menemukan obat dan makanan yang terindikasi tak berizin. “Biar nanti kami dan Balai BPOM yang menindak lanjuti,” tandasnya.

Sementara, Kepala Disperpar Tuban, Farid Achmadi, mengatakan pihaknya juga ikut terlibat dalam pengawasan perdagangan obat dan makanan di kabupaten Tuban. Dia juga mengaku stafnya rutin mengadakan sidak ke toko, pasar tradisional dan pasar modern, khususnya menjelang bulan puasa, Idul Fitri, Natal dan tahun baru. “Kami juga ikut terlibat melakukan pengawasan,” katanya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author