Published On: Jum, Jan 9th, 2015

Awas ! Januari-Februari Puncak Musim Hujan

TUBAN

BANJIR TAHUNAN: Salah satu sudut jalan di kawasan perkotaan Kabupaten Tuban yang direndam air saat hujan turun.

BANJIR TAHUNAN: Salah satu sudut jalan di kawasan perkotaan Kabupaten Tuban yang direndam air saat hujan turun.

seputartuban.com-Berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung pada Januari dan Februari mendatang.

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono, menjelaskan berdasarkan normal perkiraan curah hujan tiga bulan ke depan menunjukkan bahwa puncak musim hujan khususnya wilayah Pulau Jawa terjadi pada Januari dan Februari. Puncak musim hujan tersebut ditandai dengan curah hujan lebih dari 400 mm per bulan.

“Saat ini Kabupaten Tuban masuk dalam daerah rawan bencana di wilayah Jawa Timur. Potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Tuban adalah banjir bandang, banjir luapan Bengawan Solo, tanah longsor dan puting beliung,” terang Joko saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (09/01/2015) petang .

Seperti yang sudah terjadi akhir bulan Desember kemarin, pada beberapa kecamatan terjadi banjir bandang dan tanah longsor yang diakibatkan hujan. Padahal hujan hanya terjadi sekitar dua jam, namun sudah mengakibatkan bencana banjir.

“Belum masuk puncak musim hujan beberapa kecamatan sudah kebanjiran. Apalagi akhir bulan ini akan terjadi puncak musim hujan, sehingga kita harus selalu waspada,” tegas Joko.

Menurut dia, daerah yang rawan bencana banjir luapan Bengawan Solo adalah Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, Parengan dan Kecamatan Widang. Daerah rawan bencana banjir bandang Kecamatan Montong, Merakurak, Plumpang, Kerek dan Kecamatan Rengel.

Sedangkan rawan bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Kenduruan, Montong, Kerek dan Plumpang. Sementara daerah rawan bencana puting beliung terjadi di Kecamatan Montong, Kenduruan, Semanding, Merakurak serta Kecamatan Kerek.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan tiap-tiap kecamatan supaya selalu waspada, terutama kecamatan yang masuk dalam daerah berpotensi terjadi bencana,” imbau Joko.

Dia mengimbuhkan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan logistik serta peralatan yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana. Selain itu juga mempersiapkan posko-posko di tiap kecamatan untuk antisipasi terjadinya bencana.

“Saat ini Pak Bupati telah menetapkan Tuban dalam status tanggap darurat hingga 31 Januari 2015. Dengan demikian kita bisa menggunakan dana tanggap darurat,” katanya.

Berkaitan itu, masyarakat diimbau supaya selalu waspada terhadap terjadinya bencana dan memahami deteksi dini terjadinya bencana. Terutama bila terjadi hujan lebat harus diwaspadai. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author