Published On: Rab, Mei 30th, 2012

Astutik, Penderita Amandel Kronis Dirujuk Ke RSUD

Share This
Tags

Penulis : Rini

MERAKURAK

seputartuban.com – Setelah menahan sakit selama 3 tahun lamanya akhirnya harapan dan keinginan Astutik 46 warga Dusun Karang winangun, Desa Tuwiri Wetan, kecamatan Merak urak, Tuban, untuk segera dapat berobat mulai terwujud.

Astutik yang diantarkan oleh anak dan suami serta tetangganya dan didampingi Bidan Desa setempat dengan menggunakan mobil ambulan Puskesmas Kecamatan Merakurak dirujuk ke RSUD Dr.Koesma, Tuban, Selasa (29/05/2012).

Kondisi Astutik semakin parah, sudah ada 3 hari tidak dapat makan dan nafasnya terasa sesak. Dan sebelum berangkat ke RSUD, Astutik sempat diperiksa petugas Kesehatan yang dipanggil sendiri oleh pihak keluarga, namun tidak berani memberikan suntikan, dikarenakan kondisi kesehatanya sangat lemah dan tensi darahnya menurun.

Terlihat kaki dan tangan Astutik-pun membengkak dan tidak dapat bergerak. dengan nada lirih dan terbata-bata Astutik mengutarakan keputusasaannya ” saya sudah tidak kuat lagi mbak ” tuturnya.

Ketika seputartuban.com, mengklarifikasikan hal tersebut kepada pihak Puskesmas setempat, Bidan Desa Tuwiri Wetan menjelaskan bahwasanya pihak Puskesmas sudah dihubungi dari Dinas Kesehatan perihal sakitnya Astutik.

Namun Pukesmas belum membuatkan surat rujukan kepada Kecamatan, dan belum melakukan survey kerumah ibu tiga anak ini karena saat pihak Dinas menghubungi Puskesma sekitar pukul 14.00 Wib, dan pada jam tersebut dokter yang piket sudah tidak ada ditempat.

“Dinas kemaren telefon kepuskesmas jam 14.00 WIB, pada jam segitu dokter sudah pulang semua, kita membuat surat rujukan harus minta tandatangan dokter juga” ujuarnya bidan tersebut.

Diluar itu, terkait masalah peminjaman fasilitas mobil ambulan, karena surat tugas yang belum disiapkan dan belum dibuatkan, namun karena kehadiran dokter yang piket membantu mempercepat proses peminjaman ambulan Pukesmas. “kami akan melayani semua masyarakat yang berobat dan semuanya gratis” tutur dokter Merakurak.

Setibanya di RSUD, Astutik mendapatkan perawatan medis. Dan sempat diminta membeli obat senilai Rp. 103.000. Namun beberapa saat kemudian, saat terkait hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Tuban, kemudian seluruh biaya digratiskan.

Foto : Kondisi rumah Astutik

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos