Published On: Sab, Apr 19th, 2014

Armaya Tuding Panwaslu Tidak Transparan

Share This
Tags

TUBAN

LAPOR BALIK: Armaya, Caleg DPR RI Dapil IX dari Partai Demokrat saat melapor di Unit I Reskrim Polres Tuban.

LAPOR BALIK: Armaya, Caleg DPR RI Dapil IX dari Partai Demokrat saat melapor di Unit I Reskrim Polres Tuban.

seputartuban.com-Coblosan Pileg 2014 memang sudah lama lewat. Namun begitu sejumlah silang sengkarut masih membuntuti hajatan politik lima tahunan di Kabupaten Tuban. Yang paling banyak mendapat keluhanan adalah kinerja panitia pengawas pemilu (panwaslu) setempat.

Adalah Armaya Mangkunegara. Pemilik nomor urut 4 Caleg DPR RI Dapil IX (Tuban-Bojonegoro) ini merasa kecewa dengan cara kerja Panwaslu Kabupaten Tuban. Politisi Partai Demokrat asal Singgahan ini menganggap panwaslu telah melakukan manuver politik dengan tujuan tertentu.

Kasus itu sendiri dipicu ketika Armaya dilaporkan telah melakukan praktik politik uang sebelum coblosan pileg 9 April lalu, oleh warga Dusun Krajan, Desa Karang, Kecamatan Semanding, yang mengaku bernama Rasno Widodo.

Tapi Armaya menjadi sangat kecewa karena saat dipanggil Panswalu Tuban tidak dipertemukan dengan pelapor. Maksudnya, dia berharap dalam forum panwaslu bisa bertemu dengan pelapor yang bernama Rasno Widodo. Tujuannya untuk memberikan klarifikasi bahwa Armaya tidak pernah melakukan politik uang seperti yang dilaporkan.

Tidak jelas apa alasan Panwaslu Tuban tidak mempetemukan Rasno dan Armaya dalam satu forum. Padahal Armaya berharap dari pertemuan itu akan terungkap kebenaran laporan bagi-bagi uang uang dengan terang benderang.

Selain itu, tandas Armaya, yang pasti dirinya tidak merasa mengenal Rasno Widodo yang telah menuduh melakukan politik uang. “Saya sudah mendatangi panggilan dari panwaslu dan memberikan keterangan. Namun saya sangat kecewa karena tidak dipertemukan dengan orang yang melaporkan saya (Rasno Widodo),” pungkasnya.

Merasa haknya diabaikan Armaya kemudian mendatangi Mapolres TUban, Kamis (17/04/2014) siang, dengan melaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah, terhadap Rasno Widodo.

“Saya akan menunggu proses dari pihak kepolisian, karena itu wewenang penyidik. Tujuan saya yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar. Karena negara kita adalah negara hukum,” tegas Armaya saat ditanya langakh apa yang akan diambil setelah resmi mengusung kasus ini ke polisi. MUHLISIN

Facebook Comments

About the Author