Published On: Sel, Agu 26th, 2014

Aktivis Tuding Polres Tuban Langgar HAM

TUBAN

REPRESIF: Aksi dorong antara polisi dan mahasiswa saat berlangsung unjuk rasa di gedung DPRD Tuban, Minggu (25/08/2014) pagi. (foto: MUHAIMIN)

REPRESIF: Aksi dorong antara polisi dan mahasiswa saat berlangsung unjuk rasa di gedung DPRD Tuban, Minggu (24/08/2014) pagi. (foto: MUHAIMIN)

seputartuban.com-Penangkapan sejumlah aktivis kampus dan relawan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) oleh Polres Tuban saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD setempat, Minggu (24/08/2014) pagi, mengular sejumlah fakta buram di tengah era keterbukaan dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Para aktivis menilai polisi telah bertindak di luar yuridiksi dan bisa dikategorikan   sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Aksi penangkapan yang dilakukan aparat Polres Tuban juga dianggap sebagai upaya membungkam suara rakyat.

Ketua Koalisi KPR Tuban, Nunuk Fauziyah, menilai tindakan polisi sangat berlebihan. Karena para pengunjuk aspirasi sejak awal tidak memiliki niat membuat kericuhan. Apalagi sampai menggagalkan proses pengukuhan anggota DPRD Tuban periode 2014-2019.

“Kita sebenarnya hanya ingin menyampaikan aspirasi. Diantaranya peningkatan evaluasi dan monitoring anggaran yang sudah ditetapkan. Kita kaum intelektual, mengapa diperlakukan seperti penjahat,” tegas Nunuk kepada seputartuban.com, Selasa(26/08/2014) sore.

Dia lantas memaparkan kronologi tindakan represif oleh aparat Polres Tuban. Awalnya, sebut Nunuk, atribut mereka dirampas oleh anggota polisi yang berada dari dalam gedung dewan. Sayangnya, upaya dialog yang dilakukan mahasiswa justeru direspon sebaliknya oleh polisi.

“Sejumlah mahasiswa yang berusaha melakukan mediasi dengan polisi sempat terluka karena jatuh,” ungkap Nunuk.

Dia menjelaskan, ketika peristiwa tersebut sekitar 20 aktivis KPR dan mahasiswa Tuban berunjuk rasa di gedung DPRD Tuban. Kemudian polisi melakukan tindakan represif namun tiga aktivis berhasil menyelamatkan diri.

“Saat saya di Polres aktivis yang diamankan dijaga puluhan petugas. Seorang (polisi-re) yang dipanggil komandan bilang ke saya kalau dia hanya menjalankan perintah komandannya. Tidak bisa menjelaskan mengapa para aktivis diamankan,” tuturnya.

Merasa haknya dirampas, para aktivis berencana akan melakukan aksi ke DPRD Tuban lagi. Mereka meminta sikap tegas para wakil rakyat yang baru dikukuhkan atas tindakan represif petugas ini.

Terpisah, Kabag Ops Polres Tuban Kompol Suhartono, saat dikonfirmasi terkait tudingan ini enggan berkomentar. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author