Published On: Sel, Agu 28th, 2018

Aparat Gabungan Bongkar Karaoke Ilegal Dalam Bunker

seputartuban.com, TUBAN – Aparat gabungan Sat Pol PP, Polres Tuban, Kodim 0811 Tuban dan Suvdenpom V/24, Senin (27/08/2018) menertibkan sejumlah tempat karaoke ilegal, salah satunya lokasinya dalam bunker. Penertiban ini berdasarkan pengaduan masyarakat sekaligus penegakan Perda Kab. Tuban No. 16 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Kasi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Sat Pol PP Pemkab Tuban, Sugeng Sutoto mengatakab razia dilakukan karena ada pengaduan masyarakat. “Operasi gabungan ini digelar setelah mendapatkan aduan dan laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

TERTANGKAP BASAH : Personil Sat Pol PP saat memeriksa seorang pemandu lagu dan tamunya di lokasi penggrebekan

Sebanyak 32 personil gabungan dilibatkan pada operasi yang difokuskan di Kecamatan Rengel, dan Kecamatan Parengan itu. Operasi kali ini berhasil menertibkan karaoke ilegal di Desa Rengel, Rengel milik Supriastik. Di lokasi itu, petugas mengamankan satu perempuan pemandu lagu dan seorang pria pengunjung. Mereka dimintai keterangan lebih lanjut. Juga akan diberikan pemahaman dan pembinaan. Petugas juga menyita satu set alat karaoke karena tertangkap tangan sedang beroperasi.

Lokasi selanjutnya yang dituju petugas adalah karaoke ilegal di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan milik Ngasrup. Di lokasi ini ruangan karaoke di bangun di bawah tanah (bunker). Selain itu, ditemukan Miras yang tidak memiliki ijin yang disembunyikan di gudang. Miras tersebut kemudian disita petugas untuk menjadi barang bukti.

Di desa sama petugas menyasar lokasi ketiga yang dituju adalah karaoke ilegal di desa setempat karaoke milik Kristina. Melihat kedatangan aparat, pemiliknya langsung mematikan seluruh perangkat. Petugas kemudian meminta keterangan dari pemilik dan pengunjung. Di tempat itu, petugas mengamankan satu sound sistem.

Sugeng menambahkan, seluruh pemilik karaoke akan dipanggil ke Kantor Satpol PP Tuban. Selanjutnya, akan diserahkan ke bidang penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) yang akan mendalami dan melakukan penyidikan.
Adapun pemandu lagu yang diamankan berinisial SH warga Dukuh Kalangan, Desa Mondokan, Kecamatan Tuban. Sedangkan pengunjung karaoke berinisial S warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan. Setelah dimintai keterangan sebagai saksi, keduanya diberikan pengarahan dan pembinaan. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author