Published On: Sel, Okt 21st, 2014

Angsana, Teduh dan Aman Tapi Jadi “Musuh” Trotoar

TUBAN

DIPERTAHANKAN: Keberadaan pohon angsana yang merusak fasiltas jalan dan trotoar di Jalan Basuki Rahmad Kota Tuban, Selasa (21/10/2014) siang. (foto: MUHLISIN)

DIPERTAHANKAN: Keberadaan pohon angsana yang merusak fasiltas jalan dan trotoar di Jalan Basuki Rahmad Kota Tuban, Selasa (21/10/2014) siang. (foto: MUHLISIN)

seputartuban.com–Keberadaan pohon angsana di sepanjang tepian jalanan Kota Tuban tak hanya mampu menjadi penjaga sengatan matahari, tapi juga berdaya melindungi jalan di bawahnya dari guyuran hujan.

Hanya sayagnya, pohon berdaun lebat yang juga dikenal dengan sono kembang ini, pada sisi lain sangat tidak bersahabat dengan bangunan yang ada di sekitarnya. Karena ditanam di tepi jalan kota maka korban pertama dari pertumbuhan angsana adalah trotoar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban, Choliq Chunnasih, mengakui kerusakan fasiltas jalan dan trotoar yang terjadi di Kota Tuban dipicu oleh akar pohon yang ada di kanan kiri jalan. Terutama yang berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmad Tuban.

Menurut dia, hampir semua trotoar di tepi jalan tersebut mengalami kerusakan karena akar pohon yang semakin membesar.

Berkaitan itu, sambung dia, saat ini Pemkab Tuban sudah menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan baik itu jalan maupun trotoar, serta biaya perawatan pohon yang ada disepanjang jalan kota.

“Kita juga tengah pertimbangkan untuk dilakukan reboisasi,” kata Choliq, Selasa (21/10/2014) siang.

Choliq menjelaskan, pohon yang ada saat ini adalah jenis angsana yang memiliki akar kesamping lebih banyak dan sudah berusia puluhan tahun. Sehingga menyebabkan bangunan yang ada disekitarnya bisa mengalami kerusakan.

Namun diakui, jenis pohon ini sangat aman karena tahan terhadap angin dan tidak mudah tumbang. Selain juga teduh. Sehingga sebenarnya sangat cocok berada di daerah pemukiman.
“Untuk trotoar, jalan dan pohon ini kita lakukan pemeliharaan setiap dua sampai tiga tahun sekali. Kita masih pertahankan angsana karena untuk menjaga keasrian dan kesejukan daerah kota. Akarnya yang merusak jalan dan trotoar akan segera kita lakukan pemotongan,” papar Choliq.

Dia mengimbuhkan, ke depan pohon yang ada saat ini akan dilakukan perubahan atau akan digantikan dengan jenis pohon yang akarnya tidak kesamping yaitu jenis pohon tanjung yang memiliki akar cenderung lebih ke bawah. Tahun ini untuk penataan pohon lindung kota di anggarkan Rp 100 juta. Sementara pemeliharaan rutin atau berkala sarana trotoar sebesar Rp 200 juta.  MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos