Published On: Kam, Jan 28th, 2016

Anggaran Pengembangan Informasi Pemkab Tuban Rp. 500 Juta Lebih

TUBAN

Kabag Humas dan Media Setda Kab. Tuban, Teguh Setyo Budi

Kabag Humas dan Media Setda Kab. Tuban, Teguh Setyo Budi

seputartuban.com –Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Tuban tahun 2016, Pemkab Tuban menganggarkan dana Rp. 545.195.000 untuk pengembangan komunikasi informasi di bidang kehumasan dan pers. Dana itu dikelola Bagian Humas dan Media Setda Kab. Tuban.

Dana itu digunakan untuk pengembangan komunikasi, informasi di bidang kehumasan dan pers. Dengan rincian belanja pagawai Rp. 28.485.000. Belanja bahan habis pakai Rp. 5.210.000. Belanja bahan dokumentasi Rp. 35.000.000. Belanja jasa dokumentasi, iklan dan publikasi Rp. 410 juta. Penggandaan dokumentasi Rp. 17 juta. Logistik sebesar Rp. 7 juta. Perjalanan dinas Rp. 21.500.000 serta transportasi dan akomodasi Rp. 21 juta.

Kabag Humas dan Media Setda kabupaten Tuban, Teguh Setyobudi mengatakan dengan anggaran tersebut pihaknya terus berupaya meningkatkan pengembangan komunikasi informasi di Kabupaten Tuban. “Dengan anggaran secukupnya tersebut, kita terus tingkatkan pelayanan informasi dan komunikasi dari Pemkab ke masyarakat,” katanya, Rabu (27/1/2016).

Telah disiapkan program kerja 2016 untuk penyerapan anggaran itu dengan beberapa kegiatan. “Kita sudah membentuk media center, termasuk juga mengoptimalkan website pemkab, serta KIM (Kelompok Informasi Masyarakat),” katanya.

Menanggapi rencana anggaran ini, Koordinator Divisi Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur di Tuban, Miftahul Huda, menilai penggunaan anggaran itu rawan penyimpangan. Karena berbagai indikator terlihat mengabaikan asas kelayakan dan kepatutan.

Penggunaan anggaran Bagian Humas yang jumlahnya cukup besar tiap tahunnya perlu diwaspadai. Tahun lalu anggaran tidak jauh beda, namun kinerjanya juga hampir sama. Website Pemkab juga tidak maksimal dalam pengelolaanya.

Ditambah dengan program baru, akan menjadi beban tambahan. Sehingga pengawasan sangat perlu dilakukan oleh semua pihak agar tidak terjadi penyelewengan anggaran. Diantaranya tumpang tindih, khususnya dalam publikasi dengan media massa. “Hal itu terlihat adanya tumpang tindih anggaran untuk media  tertentu,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author