Published On: Sen, Agu 10th, 2015

Andhi Hartanto: Irigasi Martabat Sejati Petani

RENGEL

IRIGASI HARGA MATI: Andhi Hartanto, anggota Komisi D DPRD Tuban, bertatap muka dengan puluhan petani dalam acara reses yang digelar di Desa Bulurejo Kecamatan Rengel, akhir pekan kemarin.

IRIGASI HARGA MATI: Andhi Hartanto, anggota Komisi D DPRD Tuban, bertatap muka dengan puluhan petani dalam acara reses yang digelar di Desa Bulurejo Kecamatan Rengel, akhir pekan kemarin.

seputartuban.com-Jaringan irigasi hingga kini masih menjadi problem krusial di Kabupaten Tuban.

Sayangnya, janji pemerintah meningkatkan kemampuan jaringan irigasi agar air yang menuju sawah petani tidak banyak yang hilang, belum kunjung direalisasikan. Alhasil, petani pun tetap  nelangsa.

Secuil potret nestapa kaum agraris tersebut terungkap saat Andhi Hartanto, anggota Komisi D DPRD Tuban, bertatap muka dengan puluhan petani dalam acara reses yang digelar di Desa Bulurejo Kecamatan Rengel, akhir pekan kemarin.

Supardi, salah seorang petani, mengatakan saluran irigasi yang menjadi gantungan tak kurang dari 1.500 hektar lahan pertanian di desanya hingga sejauh ini sama sekali belum diberikan penanganan secara maksimal.

“Saat ini yang kami butuhkan adalah pembangunan saluran irigasi. Akibat buruknya saluran irigasi tak jarang membuat beberapa petani sengaja menghentikan aliran air untuk diarahkan ke petak sawah miliknya. Kondisi sering berujung adu mulut dan gegeran sesama petani,” ungkap Supardi menggambarkan dampak buruknya saluran irigasi di desanya.

Selain itu, para petani juga meminta agar dibangunkan embung untuk tempat penampung air sementara. Embung ini menjadi penting untuk mengantisipasi jika swewaktu-waktu mesin pompa air yang dimanfaatkan untuk mengairi sawah mengalami kerusakan.

“Embung itu kita harapkan sebagai alternatif sehingga sistem irigasinya bisa tetap berjalan,” imbuh Ketua Kelompok Tani Desa Bulurejo ini.

Selain itu, menurut Supardi, persoalan lain yang tak kalah gawat adalah infrstruktur jalan yang sudah waktunya dilakukan rehab.

“Jalan usaha tani ini sudah semakin buruk. Jika tidak segera ditindaklanjuti kami khawatir akan semakin berdampak dan menghambat usaha produksi pertanian kami,” tutur Supardi.

Menanggapi nestapa tersebut, Andhi Hartanto berjanji akan segera menindaklanjuti dengan segera melakukan pembahasan.

“Dengan pengairan yang baik maka akan menunjang benih yang baik pula untuk menggenjot produktivitas yang diharapkan. Tapi jika tidak ada air ya buat apa. Tetap jantungnya di air. untuk mencapai kedaulatan pangan sarana irigasi harus dimajukan,” papar Ketua Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban ini.

Menurut Andhi, aspirasi tersebut akan diruning dengan melakukan pembahasan bersama anggota DPRD lainnya sehingga apa yang diharapkan petani dapat terwujud.

“Amanat para petani ini harga mati yang harus diperjuangkan dan dikawal bersama-sama. Pembangunan irigirasi adalah martabat petani,” tegas Andhi.

Selain menggelar reses di Desa Bulurejo, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tuban ini juga menyasar Dusun Rambit dan Dusun Nganten Desa Sokosari serta karang taruna setempat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. won k ndeso berkata:

    Pak Andhi saya jg mau tanaya !kenapa di kecamatan soko setiapawal musim? tana?m pupuk selalu menghilang dan klo ada harganaya muaaahal,dsan kpan realisasi pembangunan tanggul bengawan solo krn itu sangt dinanti petani bantaran sungai bengansolo kok dri dulu progressnya cman rencana melulu!