Published On: Jum, Jul 22nd, 2016

Ancam Pecat Karyawan Komersilkan Lahan Perhutani

TUBAN

seputartuban.com – Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban menegaskan akan memecat karyawanya jika terbukti ada yang mengkomersilkan lahan perhutani. Yakni dengan menarik biaya kepada petani hutan (pesanggem) yang menafaatkan lahan untuk bercocok tanam.

Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Tuban, Sueb

Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Tuban, Sueb

Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Tuban, Sueb menghimbau kepada pesanggem agar segera melaporkanya langsung jika mengetahui petugas nakal yang menarik biaya sewa lahan. “Jikapun ada tarikan itu waktu ada kegiatan pembuatan KTA untuk para pesanggen sebagai anggota LMDH. Kalau pesanggem ditarik perhutani diluar itu tidak ada. Jika ada, silahkan dilaporkan ke kami dengan membawa bukti serta saksi. Dan kami akan segera memberikan tindakan sesuai prosedur perusahaan,” terangnya rabu (20/7/2016) siang.

Tindakan tegas dengan memberhentikan dari jabatan serta melaporkanya kepada petugas berwenang itu berlaku bagi seluruh pegawai atau karyawan yang nakal. Yang menarik biaya retribusi bulanan maupun biaya retribusi pasca panen kepada pesanggem.

Selain itu, bagi para pesanggem yang memperjual belikan lahan garapan juga akan disanki hukum. Pesanggem yang menjual lahan garapan atau dialih garap kepada pesanggem lain dengan biaya tertentu. “Sanksinya ya sesuai prosedur perusahaan, yakni melihat dari berat ringanya permasalahan yang dilakukan pegawai. Sanksi pertama berupa teguran secara lisan, peringatan secara tertulis dan pemecatan. Atau ditindak secara hukum,” lanjutnya.

Ia menambahkan, para pesanggem tersebut diizinkan menggunakan lahan Perhutani untuk bercocok tanam selama tanaman Perhutani dirawat, dan bersedia bertanggung jawab bilama terdapat kerusakan tanaman. Yakni bersedia mengganti dengan tanaman baru bilamana tanaman telah rusak atau mati.

Sedangkan ketentuanya, sesuai aturan Perhutani, dari masing-masing pesanggem hanya diperbolehkan menggunakan lahan Pertanian milik perhutani seluas 1,3 hektar sebagai bentuk dukungan pencapaian swa sembada pangan. “Seluruh peraturan itu sudah disampaikan dan disepakati oleh pesanggem, dikuatkan oleh materai yang telah ditandatangani kedua belah pihak,” pungkasnya.

Diketahui, dari informasi yang dihimpun seputartuban.com ada dugaan komersialisasi lahan Perhutani di kawasan Kecamatan Kerek dan Kecamatan Merakurak. Pesanggem membayar sejumlah uang sebagai biaya penggunaan lahan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author