Published On: Sen, Nov 5th, 2012

Anak Tanpa Anus Dan Kelainan Jantung, 9 Tahun Belum Dioperasi

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

BANGILAN

seputartuban.com – Satu lagi warga Kabupaten Tuban perlu mendapatkan perhatian dari para penguasa. Sebelumnya, Muhammad Tabani balita penderita Hidrosefalus hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari Pemkab Tuban.

Afton Aliman Huda (9) warga, Dusun Wadegan, Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, menderita kelainan katup jantung dan tidak mempunyai anus (atresia ani).

Saat seputartuban.com, senin (5/11/2012), mendatangi rumah berukuran sekitar 5 meter X 6 meter. Siswanto (49), ayahnya Afton menceritakan penyakit yang diderita anak keduanya itu. Sejak lahir anaknya sudah diketahui tidak mempunyai anus. Bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit di Bojonegoro. Namun karena masih belum cukup umur, terpaksa tidak bisa di operasi.

Karena tidak mempunyai anus, dibuatkan anus buatan oleh dokter yang dipasang didada bagian kanan. Anus buatan berbentuk bulat memanjang ukuran 15 Cm, dan warna merah itu berfungsi sebagai pengganti anus atau usus besarnya.

Derita Afton tidak sampai disitu saja, karena juga mengalami kelainan katup jantung. Meski sudah 3 tahun, hingga saat ini penyakit ini belum dapat dioperasi karena masih antri  dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Rumah Sakit DR. Soetomo, Surabaya.

Anak kelahiran tanggal 2 Desember tahun 2004 itu kini keadaanya masih sakit. Sesekali apabila demam, sakit jantungnya kumat dan anus buatannya bengkak. Anak pasangan dari Siswanto dan Adibatun Niswah (30) itu hingga kini belum bersekolah. Dari penuturan ayahnya, dikhawatirkan anus buatannya rusak dan pengobatannya mahal.

Siswanto yang setiap harinya bekerja sebagai tukang penggilingan kopi itu mengatakan bahwa, diperkirakan biaya operasi anus bisa mencapai Rp. 350 juta. Sedangkan untuk operasi katup jantung bocor mencapai Rp. 150 juta. Sehingga jika ingin mengobati kedua penyakit tersebut harus menyiapkan uang sekitar Rp. 500 juta.

“Saya sudah mempunyai Kartu Tanda Bedah (KTB), tapi pengobatannya masih antri 2 hingga 3 tahun lagi. Dengan masa penyembuhan 1 tahun. Jadi setelah operasi jantung setahun penyembuhan baru operasi pembuatan anus. Toko saya sudah habis terjual buat anak saya. Saya berharap anak saya bisa sembuh seperti anak yang lain, ” harap Siswanto.

Afton saat ini hidup bersama ayahnya, sejak berumur 4 bulan dia sudah hidup tanpa ibunya. Karena ditinggal menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Hongkong.

Foto : Kondisi Afton perlu bantuan

Facebook Comments

About the Author