Published On: Sab, Mei 9th, 2015

Anak ODHA Makin “Terbuang”

Share This
Tags

TUBAN

Waskitho : "

Waskitho : “Di Kabupaten Tuban stigma negative seperti itu masih sulit untuk di hilangkan. Tapi ini harus segera diakhiri dan semua pihak juga harus mengambil peran untuk menghapus stigma tersebut”

seputartuban.com – Bagi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tuban nampaknya masih menjadi momok bagi masyatakat. Karena hasil penelitian di kawasan yang paling banyak penderita penyakit mematikan ini, yakni di Kecamatan Semanding, mereka dijauhi masyarakat. Bahkan siswa ODHA dikeluarkan dari sekolahnya karena atas desakan para wali murid.

Kepala Bidang Penanggunan/Pengelolaan Program HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Pemkab Tuban, Agus Waskitho mengungkapkan hasil riset di Kecamatan Semanding terdapat 54 ODHA dengan rincian 39 penderita dewasa dan remaja dan 15 lainya usia 6 tahun kebawah. Sebagian besar penderita adalah ibu rumah tangga kemudian anak yang lahir tertular oleh kedua orang tuanya.

“Di Kabupaten Tuban stigma negative seperti itu masih sulit untuk di hilangkan. Tapi ini harus segera diakhiri dan semua pihak juga harus mengambil peran untuk menghapus stigma tersebut,” harapnya, Jumat (07/05/2015).

Sayangnya sikap masyarakat sekitar makin memperburuk kondisi ODHA. Karena mereka dikucilkan dari lingkungan dalam beragam sikap. Paling kecil adalah dijauhi oleh warga sekitar.

Kondisi ini akan semakin memperburuk semangat hidup mereka. Daripada menanggung hukuman sosial, para penderita lebih memilih keluar dari desanya dan menetap diluar daerah.

“Kami menyampaikan pada seluruh masyarakat agar sebaiknya stigma tersebut dihilangkan. Jangan dibiarkan berkembang, karena selain menambah buruk sakit yang dideritanya juga akan membuat si penderita terganggu jiwanya. Serta upaya untuk kesembuhan penderita semakin jauh dari harapan,” imbuh Waskitho.

Kasus yang pernah terjadi di Kecamatan Semanding adalah siswa ODHA yang tertular penyakit dari kedua orang tuanya. Dia menanggung hukuman sosial dari masyarakat. Yakni dikeluarkan dari sekolahnya atas kesepakatan para wali murid. Karena mereka takut anaknya tertular.

“Pernah kami menjumpai kasus bahwa seluruh orang tua murid meminta agar anak pasangan HIV di salah satu sekolah wilayah Kecamatan Semanding terpaksa harus dikeluarkan dari sekolah atas permintaan seluruh wali murid. Mereka mengancan bahwa anak penderita tersebut dikeluarkan atau seluruh siswa yang keluar,” jelasnya.

Waskitho menghimbau agar masyarakat tidak bersikap diskriminatif terhadap keluarga ODHA, lebih lagi terhadap anak. “Virus ini dapat tertularkan melalui jarum suntik yang di gunakan bergantian dan melakukan hubungan badan, selain itu tidak. Kami berharap agar kedepan semua pihak turut memberikan pengawalan terhadadap HIV/AIDS,” harapnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author