Published On: Sab, Apr 5th, 2014

Anak-Anak, Kepala Dinas Dan Tawuran Ramaikan Kampanye PKB Tuban

Share This
Tags

JENU

seputartuban.com – Kampanye terbuka yang dilaksanakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jum’at (4/4/2014) di Stadion Lokajaya, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dihadiri banyak anak-anak dibawah umur. Menjelang usai dan Caleg saat bernyanyi, terjadi tawuran sesama penonton.

Anak-anak Kampanye PKB Tuban

BANYAK ANAK : Keberadaan anak-anak dalam Kampanye PKB ini semakin memeriahkan acara

Anak-anak dibawah umur ini memakai atribut partai serta lainya memakai kaos salah satu Calon Legislatif (Caleg). Pembawa acara sempat mengingatkan agar para simpatisan tidak membawa anak-anak dilokasi kampanye, nampaknya tidak dihiraukan. Bahkan saat acara berlangsung sempat diumumkan terdapat anak yang terpisah dengan orang tuanya.

Sementara itu, keberadaan 3 Kepala Dinas masing-masing ST, JN, SR yang hadir dilokasi kampanye sampai selesai juga menjadi dukungan spesial bagi para simpatisan. Pasalnya selain para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Tuban ini, beberapa lainya juga terdapat staf yang semuanya tidak berpakaian dinas.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tuban, M. Miyadi saat diwawancarai mengaku dirinya tidak mengetahui kehadiran PNS dalam kampanye. Dia juga sudah menghimbau agar simpatisan PKB tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye. “Kami tidak memerintahkan untuk melibatkan anak-anak dan sudah kami himbau. Sedangkan adanya PNS yang hadir kami juga tidak tahu dan tidak merasa mengundangnya,” tegasnya.

Pemuda Dihajar Massa Kampanye PKB Tuban

RAMAI : Seorang pemuda diamankan Polisi agar tidak jadi bulan-bulanan massa kampanye

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Kabupaten Tuban, Edy Toyibi saat dikonfirmasi dikantornya dia sudah mengingatkan kepada Sekretaris DPC PKB Tuban.  Karena menurut Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 15 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye pasal 32 huruf (k) memuat larangan memobilisasi warga negara Indonesia yang belum memiliki hak pilih. “Tadi langsung saya tegur agar memberikan peringatan kepada para simpatisan yang hadir. Bagi anak-anak agar tidak memakai atribut partai. Kami akan mendalami terkait hal tersebut,” ungkap Edy.

Ditanya keberadaan PNS dilokasi kampanye, pihaknya masih akan mendalaminya. Karena menunggu laporan dari Panwascam. “Saya sudah memerintahkan Panwascam agar segera membuat laporan dan akan saya kaji lebih lanjut. Sebab tadi saya hanya diberi laporan melalui telepon adanya PNS yang hadir menjelang kempanye itu selesai,” jelasnya.

Sementara itu, diakhir kampanye saat sejumlah Caleh PKB bernyanyi, sempat diwarnai insiden dua pemuda dihajar massa. Dua Pemuda kepergok meremas pantat seorang gadis yang sedang berjoget dikerumuman massa. Akibatnya kedua pemuda tersebut menjadi sasaran amuk massa.

Beruntung aparat Kepolisian yang berjaga disekitar panggung segera mengamankan kedua pelaku. Keduanya kemudian dibawa dan diamankan menuju kendaraan patroli Polisi. Kericuhan tidak sampai meluas hingga acara usai.

Diketahui, sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum pasal 86  menegaskan, peserta Pemilu saat kampanye dilarang melibatkan pejabat negara, seperti hakim MK, MA, BUMN dan BUMD, termasuk perangkat desa dan PNS, dilarang terlibat aktif dalam kampanye.

Sedangkan melibatkan anak-anak dalam kampanye, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 pasal 15, didalamnya disebutkan bahwa anak-anak harus dilindungi dari keterlibatan politik baik dalam kampanye, pawai, penggunaan atribut, penempelan poster, maupun pengibaran bendera partai. (lis)

Facebook Comments

About the Author