Published On: Kam, Nov 26th, 2015

Amputasi Jari Pelajar, Dokter RSUD Dipidanakan Dan Perdata

Share This

TUBAN
RSUD

seputartuban.com – Gara-gara amputasi jari telunjuk, dokter jaga RSUD Dr. R Koesma Tuban, AF dan para medis dilaporkan Polisi dan akan digugat perdata oleh keluarga pasien. Karena tindakan amputasi tanpa persetujuan orang tua.

Kejadian bermula saat MYR (15), warga Karang Indang, Tuban, mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar sebulan lalu. Korban dibawa ke RSUD Tuban untuk mendapatkan perawatan medis. Oleh dokter jaga korban diamputasi ujung jari telunjuknya tanpa persetujuan orang tua.

Kuasa hukum korban, Sujono Ali Mujahidin, mengatakan seharusnya dokter harus meminta persetujuan orang tua. Karena korban masih dibawah umur. “Yang tanda tangan Ketua RT bukan orang tuanya. Selain dokter jaga, semua para medisnya yang membantu juga bisa kena pidana,” jelasnya, Kamis (26/11/2015).

Atas kejadian ini korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian ini ke Polres Tuban. “Seharusnya tidak perlu di amputasi. Sudah dilaporkan ke Polisi. Dan akan kita gugat secara perdata atas perbuatan melawan hukum,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta, saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Namun dia membenarkan pihaknya sedang menangani kasus ini dan masih dalam proses penyelidikan.

Sumber seputartuban.com menyebutkan sejumlah petugas medis sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Mereka dimintai keterangan terkait kronologi kejadian. Sebagai bahan penyidik mentindaklanjuti laporan korban menjadi bahan penyidikan.

Terpisah, Humas RSUD Dr. R Koesma Tuban, Siswanto saat dikonfirmasi melalui ponselnya terkait hal ini tidak memberikan jawaban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. Fatkhul Amin berkata:

    Kasihan sama Dokter dan Para Perawat yang bertugas.
    Mereka bukanlah pekerja yang bodoh yang tidak tahu aturan, saya yakin mereka bekerja dengan baik dan hati nurani.
    Seharusnya pihak keluarga berterima kasih kepada tim medis yang sudah menolong anaknya. Bukan malah mempidanakan tim medis yang bertugas.
    Saya yakin dalam kasus ini, pasti ada udang di balik batu.