Published On: Sel, Jul 22nd, 2014

Jalur “Alternatif” Merakurak-Jenu Rusak Parah

Share This
Tags

MERAKURAK

TAK LAYAK: Jalur poros kecamatan yang menghubungkan wilayah Merakurak dan Kecamatan Jenu, Selasa (22/07/2014) pagi.

TAK LAYAK: Jalur poros kecamatan yang menghubungkan wilayah Merakurak dan Kecamatan Jenu, Selasa (22/07/2014) pagi.

seputartuban.com-Para pengguna jalan yang akan melintas di jalur poros kecamatan yang menghubungkan wilayah Jenu-Merakurak harus ekstra hati-hati. Selain rusak lumayan parah kondisi jalannyapun juga sempit.

Kerusakan jalan diakibatkan oleh aspal jalan yang mengelupas karena dijadian jalur “alternatif” kendaraan berat yang melintas. Beban maksimal kendaraan yang seharusnya tidak boleh melintas justru dijadikan oleh jalur utama lintasan.

Sempitnya jalan juga menjadi pemicu kendaraan di dua jalur yang berpapasan harus saling mengalah. Lebar jalan dari sebelmunya 5 meter menjadi hanya 3 meter. Saat pagi hari banyak pekerja dan anak sekolah berangkat, membuat jalur ini sering macet. Sre hari juga semakin parah, kendaraan roda empat dipastikan terjebak antrean yang panjang.

Kastono, warga Desa Tuwiri Kulon, menjelaskan ruas jalan menyempit akibat banyaknya material untuk pembangunan aliran air di kedua sisi jalan. Batu kapur, batu keras serta pasir memadati bahu jalan sampai memakan aspal jalan.

Selain itu, pekerjaan proyek bersamaan dengan jelang lebaran. Dipastikan, jalur poros kecamatan dan jalur alternatif itu akan merugikan pengguna jalan. Kemacetan bahkan sulut terurai. Disebabkan tidak adanya sistem buka tutup, karena jalan hanya cukup untuk satu kendaraan.

“Biasanya itu, dari sisi berlawanan kendaraan harus sampai turun hampir ke aliran sungai. Daan sebagian dijalankan. ” Kata Kastono.

Senada juga disampaikan pemilik warung di sekitar lokasi perbaikan, Susanto. Proyek sudah berjalan selama hampir satu bulan. Gorong-gorong yang ada di kedua sisi jalan menjadi prioritas bagi warga sekitar. Namun kendala akan kemacetan ini juga merugikan. Banyak warga yang kebingungan dan resah kesulitan dalam beepergian.

“Ini kan area persawahan. Lalu lalang setiap hari padat, juga pegawai dan anak sekolah itu. Kalau tidak ada solusi bisa-bisa material dicuri atau disingkirkan. ” ujar Susanto.

Kepala Dinas PU Pemab Tuban, Choliq Qunaisih, menjelaaskan proyek dilaksanakan oleh CV. Mandiri Jaya denfgan total dana dari APBD Tuban Rp 449 juta lebih sekian. Panjang pembangunan plengsengan direncanakan sekitar 4 km.

Menurut Coliq, lebaran ini pembangunan masih belum rampung, karena memang pengerjaan dan tender baru bisa dilakukan pada sekitar bulan Mei 2014.

Terkait solusi, pihaknya akan menata dan meletakkan material pada sisi jalan dengan baik. Sehingga tidak menggangu jalan, yang mengakibatkan penyempitan. “Kita juga dilapori warga dan sudah ditindaklanjuti,” kata Choliq, Selasa (22/07/2014) siang.  HANAFI

Facebook Comments

About the Author