Published On: Rab, Agu 28th, 2019

Aliansi Pemuda Jegulo Tolak Aktivitas PHE TEJ

seputartuban.com, SOKO – Elemen masyarakat peduli Desa Jegulo yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Jegulo (APJ) menolak aktivitas PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ). Hal itu diungkapkan melalui release yang diterima seputartuban.com, yang ditandatangani tertanggal 22 Agustus 2019.

Aliansi gabungan dari Lembaga Study dan Advokasi Lingkungan ( eLSAL), Masyarakat dan Pemuda Desa Jegulo, merupakan gerakan masyarakat peduli sekitar eksplorasi yang dilakukan oleh PT. PHE TEJ di Desa Jegulo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Mereka menilai sejumlah hal yang dianggap belum sesuai ketentuan.

Koordinator eL-SAL, Ahmad Shohib

Sejumlah hal yang dianggap bermasalah sisi sosial dan hukum sebagaimana berikut. Pertama masyarakat tidak mengizinkan pengeboran sumber mata air di Desa Jegulo. Karena mengancam ketersediaan air untuk kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Kedua, tidak melakukan sosialisasi tentang rencana eksplorasi terutama penggunaan sumber mata air, penggunaan tanah kas desa serta dampak lainnya. Ketiga, tidak adanya sosialisasi secara langsung kepada warga tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang ditimbulkan dari proses eksplorasi. Keempat, tidak adanya transparansi rencana kebutuhan tenaga kerja, mekanisme rekrutmen dan jangka waktu pekerjaan, sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

Kemudian kelima adalah PT PHE TEJ dalam melaksanakan pengurukan tidak mempertimbangkan keselamatan warga, hal ini dibuktikan dengan proses pengurukan yang mencapai kemiringan 700 yang sangat dekat dengan lahan pertanian dan rumah warga. Ke-enam, PT PHE TEJ dalam melaksanakan pengurukan mengakibatkan keretakan lahan pertanian dan rumah warga.

Selain itu, secara hukum juga dianggap melanggar pasal 11 ayat 2, UU Nomor 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan yang berbunyi: ”badan hukum, badan sosial dan atau perorangan yang melakukan pengusahaan air dan atau sumber- sumber air, harus memperoleh ijin dari pemerintah, dengan berpedoman kepada azaz usaha bersama dan kekeluargaan”. “Dalam hal ini PT PHE TEJ telah melakukan pengeboran air di 3 ( Tiga ) titik, tanpa adanya izin,” tulis dalam rilis tersebut.
Selain itu, PT PHE TEJ tidak melakukan Analisa Dampak Lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup Pasal 3 Ayat 1 dan Ayat 2, yang telah diubah menjadi PP Nomor 27 Tahun 2012 Pasal 9 ayat 1 yang berbunyi: “Pemrakarsa dalam menyusun dokumen amdal sebagaimana dimaksud dalam pasal 8, mengikutsertakan masyarakat: a. yang terkena dampak; b. Pemerhati Lingkungan Hidup; dan/atau c.yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses Amdal”.

“Dan ayat 2 yang berbunyi: “pengikut sertaan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan melalui; Poin A. Pengumuman rencana usaha dan atau kegiatan dan Poin B Konsultasi Publik,” tulisnya lagi.

“Melihat fakta-fakta tersebut, maka APJ Menuntut : Menolak pengeboran dan pengambilan air di wilayah Desa Jegulo untuk explorasi dan exploitasi PT PHE TEJ. Tanggung jawab sosial dan lingkungan yang terjadi. Meminta Dokumen AMDAL atau UKL-UPL. Menghentikan seluruh aktifitas eksplorasi yang dilakukan oleh PT PHE TEJ sampai dengan terpenuhi seluruh aspek – aspek pengusahaan hulu Migas,” sikap APJ yang ditulisnya.

Koordinator dalam rilis APJ tersebut ditandatangani Koordinator eL-SAL, Ahmad Shohib. Kemudian dari pihak APJ adalah Edison serta mewakili tokoh masyarakat Cipto Tehniko. Hingga berita ini dimuat, pihak PHE TEJ belum dapat dikonfirmasi untuk menanggapi penolakan warga ini. NAL

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Berita Terkini

Videos