Published On: Sel, Feb 19th, 2013

Akibat Banjir Luapan Bengawan Solo, 11 SDN Diliburkan 2 Hari

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

RENGEL

Salah satu SDN yang kebanjiran akibat luapan bengawan solo beberapa waktu lalu

Salah satu SDN yang kebanjiran akibat luapan bengawan solo beberapa waktu lalu

seputartuban.com – Akibat banjir yang masih menggenangi 11 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di 2 kecamatan terpaksa diliburkan. Dantaranya 9 SDN berada di Kecamatan Rengel dan 3 SDN  terdapat di Kecamatan  Soko.

Sekolah diliburkan sejak Senin (18/2/2013) dan Selasa (19/2/2013). Keadaan ini disebabkan karena sekolahan terendam banjir. Air menggenangi sekolahan sampai sekitar lutut orang dewasa atau hampir 1 meter. Selain itu juga disebabkan karena orang tua wali murid tidak memperbolehkan anaknya bersekolah.

Berbagai alasan dan pertimbangan. Diantaranya, takut apabila anaknya hilang terseret banjir. Ada juga yang tidak tega bila anaknya berangkat sekolah, karena keadaan jalan yang sangat rusak dan sulit dilalui.

Ahmad Pasiran (42), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, dirinya tidak mengijinkan anaknya bersekolah. Dengan alasan takut bila anaknya terserat atau terjerambab banjir.

Orang tua wali murid Afnan Silman (12), siswa SDN Ngadirejo itu melarang karena jalan desa dan sekolahan masih tergenang banjir. Dan bila dipaksakan masuk sekolah, guru dan ruang kelas tidak bisa digunakan. “Nanti masuk sekolah juga percuma. Jalan desa rusak, ruang kelas sekolah juga banjir. Banyak anak yang tidak sekolah, ” ungkapnya.

Kepala Bidang, TK / SD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Tuban, Sutarno, saat dikonfirmasi Selasa (19/2/2013), mengatakan bahwa kebijakan libur sekolah itu tergantung Kepala Sekolah masing-masing. Alasannya semua kurikulum dan menejemen sekolah sudah diserahkan pada pihak sekolah.

Disoal banyaknya SD yang libur dibenarkan. Karena ruangan kelas dan gedung sekolahan masih banjir. Dan tidak bisa digunakan sebagai proses pembelajaran. Dan dipastikan, sejak Rabu (20/2/2013) sekolah-sekolah sudah mulai masuk seperti semula. “Memang keadaanya tidak memungkinkan, banjirnya masuk sekolahan. Jalannya juga putus karena masih tergenang, tadi siswa bersih-bersih kelas, besok sudah bisa masuk,” tegasnya.

Sementara itu, menurut data genangan banjir bengawan solo di Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban. Jalan poros desa di Kecamatan Rengel yang tergenang banjir sepanjang 12.450 Meter. Dan jalan lingkungan desa sepanjang 10.955 Meter. Sedangkan untuk jalan poros desa yang berada di Kecamatan Soko, sepanjang 4.700 Meter. Dan untuk jalan lingkungan sepanjang 8.000 meter.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author