Published On: Kam, Apr 19th, 2018

Adi Widodo Tunjukkan Cara Kepedulian dan Persaudaraan Tanpa Batas

seputartuban.com, TUBAN – Sikap kepedulian tanpa batas dan rasa persaudaraan tingkat tinggi ditunjukkan, Adi Widodo. Seorang pengusaha muda sukses asal Desa/Kecamatan Bangilan yang saat ini tinggal di Jakarta. Setelah mendapatkan kabar saudara seorganisasi pencak silatnya sedang di rumah sakit dan membutuhkan bantuan, ia bergegas mengunjungi dan membantu meringankan beban biaya operasi pengangkatan tumor usus.

Adi Widodo saat mengunjungi Kusnan Hadi di rumah sakit ditengah kesibukan bekerjannya yang super padat

Kusnan Hadi, pria asal Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, harus dirawat di RS Sumber Waras di kawasan Grogol, Jakarta Pusat. Pemuda yang saat remaja menjadi atlit Pencak Silat dan membawa nama baik organisasinya itu menderita tumor usus dan harus dilakukan operasi medis pengangkatan.

Informasi itu didengar Adi Widodo melalui teman se-ideologinya, Mujoko Sahid yang tinggal di Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Meski dia tidak mengenal Hadi, Adi Widodo tetap tegerak hatinya untuk membantu meringankan beban saudara seorganisasinya tersebut. Dia menjenguk dan bertemu keluarga Hadi dengan memberikan motivasi serta menegaskan bahwa kekurangan biaya operasi media akan ia bantu sepenuhnya.

Menurut Adi Widodo usai menjenguk melalui Mujoko Sahid mengetakan Hadi sudah 3 hari ini dirawat. Baru selesai operasi pengakatan tumor usus.
“Saat ini berobat dengan uang pribadi karena tadi saya tanya tidak punya BPJS. Dulu dia pernah punya BPJS diperusahaan lamanya, tetapi kartu saja jadi ditolak RS. Setelah diusut BPJS tersebut tidak dibayar oleh perusahaannya otomatis tidak berlaku,” katanya.

Pria itu sekarang bekerja sebagai Security di keluarga orang kaya di Jakarta. “Di rumah mas bosnya, kayaknya tadi infonya. Tidak dapat asuransi atau BPJS juga dan saat minta bantuan kesitu keluarganya diinfokan kalo tidak ada biaya pengganti padahal sudah kerja 2 tahun,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan Adi Widodo menurutnya merupakan sebuah panggilan jiwa atau panggilan moral sebagai saudara tua yang dia disahkan tahun 1993. “Tadi saya tekankan konsen pada kesembuhan penyakitanya saja biar segera pulih karena kekuatan pikiran positif bisa membuat kita lebih sehat. Jangan terlalu memikirkan biaya pengobatan dan rumah sakitnya, Insya Allah banyak saudara kita yg akan bantu, kita warga PSHT banyak dulur,” tegas pengusaha yang jadi pengurus pusat PBNU dan Himpunan Pengusaha Nahdliyin itu.

Sikap Adi Widodo menggetarkan hati tokoh lintas kerukunan Mujoko Sahid merasa bangga sekaligus tersentuh. “Allah maha besar telah merekatkan rasa setia hati menyalakan fitrah penerang yang bernama hati nurani. Sungguh sebuah keteladanan yg menyentuh,” kata Kang Sahid, Rabu (19/4/2018).

Lebih lanjut, Mujoko Sahid menegaskan sikap tersebut akan membuat warga PSHT di Tuban semakin bangga. Karena memiliki saudara yang dapat menjadi tauladan bagi saudara lainnya. Untuk saling asah, asih dan asuh dalam segala kondisi.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada sumbangsih, perhatian, kontribusi putra PSHT Tuban yang sukses dirantau. Sungguh satu kebanggaan tersendiri. Semoga ini menjadi suri tauladan bagi kita semua. Beliau sibuk dengan pekerjaannya tapi tetap menyempatkan diri aktif dalam urusan sosial dan kepeduliannya. Ini mulai langka dimiliki pengusaha sukses lainnya,” pungkasnya. NAL

Facebook Comments

About the Author