Published On: Sen, Mei 11th, 2015

ABG SMP Tuban Ini Setahun Jadi Budak Seks Sales Mamin dan Tukang Becak

TUBAN

KONSELING: Ketua KPR Tuban Inul saat berdiskusi dengan ibu korban budak seks yang masih duduk di kelas VIII SMP.     KONSELING: Ketua KPR Tuban Inul saat berdiskusi dengan ibu korban budak seks yang masih duduk di kelas VIII SMP.

KONSELING: Ketua KPR Tuban Inul saat berdiskusi dengan ibu korban budak seks yang masih duduk di kelas VIII SMP.

seputartuban.com-Seorang cewek siswa kelas VIII sebuah SMP di Kabupaten Tuban dijadikan budak seks seorang sales mamin produk makanan dan minuman (mamin) merangkap tukang becak selama hampir setahun.

Anak baru gede (ABG) 15 tahun itu terpaksa ditunggangi duda yang dalam KTP-nya tercatat sebagai warga Kecamatan Jenu tersebut, setelah diancam foto-foto syurnya akan diunggah melalui facebook.

Ketua Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Imanul, yang menerima pengaduan ibu korban Jumat (08/05/2015) pekan kemarin, menjelaskan korban berkenalan melalui jejaring sosial facebook dan berlanjut dengan kopi darat. Sebuah ungkapan untuk menyebut pertemuan langsung. Apalagi keduanya tinggal dalam satu wilayah kecamatan yang sama.

Menurut Inul, selama pacaran korban sering difoto bugil oleh pelaku. Foto-foto tersebut kemudian dijadikan senjata pelaku untuk mengajak korban berhubungan badan. Jika menolak, duda 25 tahun yang ngekos di kawasan Jalan AKBP Soeroko atau depan PLN Tuban ini, mengancam akan menyebarluarkan fotonya melalui facebok. Karena takut akhirnya korban menuruti permintaan lelaki bernisial RBS ini.

“Sepanjang tahun 2014 lalu korban sudak diajak melakukan hubungan badan sebanyak lima kali. Tepatnya dalam rentang Juli hingga Desember 2014. Korban tak kuasa menolak karena pelaku mengancam akan menyebarkan video dan foto syurnya,” tutur Inul, Senin (11/05/2015) sore, sembari menyebut akan mengawal kasusnya yang kini tengah ditangani Polres Tuban.

Disebutkan, pelaporan tersebut berawal dari orangtua korban yang curiga atas perubahan perilaku putrinya sejak Desember 2014 lalu.

Perawan kencur berwajah imut, sebut saja Mawar, mulai sering menbentak orang tuanya. Selain tampak lebih pendiam, Mawar tak lagi berkumpul bersama teman-teman sebayanya serta keluarga.

Mawar cenderung lebih menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di kamar. Baru pada akhir Maret 2015 Mawar baru berani menceritakan kejadian yang di alaminya tersebut kepada neneknya.

Pengakuan Mawar kemudian diteruskan kepada orangtuanya sebelum kemudian kasus tersebut dilaporkan ke Polres Tuban Kamis (07/05/2015) pagi.

“Akibat tekanan dari pelaku korban mengalami dampak psikis yang luar biasa. Sampai dengan saat ini korban cenderung tertutup dan enggan berbicara dengan siapapun,” imbuh Inul.

Masih kata dia, karena korban masih di bawah umur KPR akan melakukan pengawalan secara masif dan memberikan bimbingan konseling.

Sementara Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tuban, Aiptu Kukuh SP, mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan.

“Pelaku ini kami amankan setelah keluar dari salah satu warnet di wilayah Kelurahan Kebonsari sekitar pukul 12.00 wib hari ini,” terang dia ditemui di Polres Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author