Published On: Rab, Des 2nd, 2015

9 Santri Ponpes Singgahan Pembunuh Temanya Jadi Tersangka

TUBAN

DIBONGKAR : Wakapolres Tuban, Kompol Ali Machfudz didampingi Kasat Reskim dan KBO Sat Reskrim saat press release

DIBONGKAR : Wakapolres Tuban, Kompol Ali Machfudz didampingi Kasat Reskim dan KBO Sat Reskrim saat press release

seputartuban.com – 9 santri Ponpes di Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban ditetapkan penyidik Polres Tuban sebagai tersangka pembunuh temanya. Polisi juga mengungkap kronologi kejadaian korban tewas dikeroyok dengan cara dipukul dan diinjak kepalanya.

Data di Polres Tuban menyebutkan 7 tersangka masih dibawah umur yakni RR (15) warga Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. MS (15), asal Desa Bodeh, Kecamatan Pucukwangi, Kabupaten Pati. MN (16) asal Desa Menggoro, Kecamatan Tambarak, Kabupaten Temanggung.

Kemudian SAR (16), warga Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. KJA (14), asal Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. NAF (17) Desa Menggoro Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung dan ANM (17) asal Desa Temayang, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan 2 tersangka yang sudah dewasa adalah F(18) asal Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Bandarlampung. AMS (18) warga Desa Pandaan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

Hasil pemeriksaan tersangka menyebutkan korban TP (15), asal Desa Kanten Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (29/11/2015) pukul 22:30 WIB sebagian tersangka memanggil korban. Kemudian diajak menuju pematang sawah belakang pondok pesantren (Ponpes).

Ditempat itu korban ditanya para tersangka apakah dia pelaku pencurian yang mereshkan santri. “Karena korban tidak mengakui itu membuat beberapa tersangka yang terlanjur emosi dan marah. Kemudian menghajar korban dengan cara memukul, menendang, dan menginjak injak kepala korban,” ungkap Wakapolres Tuban, Kompol Ali Machfud, Selasa (1/12/2015) siang.

Setelah melihat korbanya tidak berdaya para tersangka tersebut kemudian mengangkat dan mendudukkan korban pada sebuah kursi di belakang Ponpes. Saat ditinggal Korban dalam kondisi masih hidup.

Setelah keesokan harinya, Senin (30/11/2015) pukul 07:00 WIB ditemukan pengurus dalam keadaan tidak bernyawa. Korban dibawa menuju Puskesmas singgahan untuk diperiksa secara medis. Setelah dipastikan meninggal dunia, pengurus Ponpes melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Singgahan.

Tidak ada barang bukti yang diamankan Polisi. Para tersangka dijerat pasal 80 ayat 3 JO pasal 76 huruf C, Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Sampai saat ini kami masih mengupayakan untuk melakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk mengetahui apakah ada keterlibatan tersangka lain ataukah tidak,” pungkas Wakaolres. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author