Published On: Sab, Sep 12th, 2015

9 Jurus Bupati Tuban Retas Kemiskinan Rakyat

Selama hampir lima tahun memimpin Kabupaten Tuban, suka tidak suka harus diakui Bupati Fathul Huda telah mampu mengangkat martabat perekonomian rakyat. Selain mampu meretas kemiskinan rakyat yang menjadi akar visi misinya, Fathul Huda juga kaya prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. Bagaimana kiatnya?

grafis: seputartuban.com

               grafis: seputartuban.com

seputartuban.com–Fahul Huda menjelaskan kemiskinan merupakan persolan kompleks yang dipengaruhi beragam faktor dan yang saling berkaitan.

Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan orang atau kelompok dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Untuk mengurai akar ketergantungan itulah, Bupati Fathul Huda kemudian mengeluarkan sembilan jurus untuk mengentas kemiskinan rakyat di Kabupaten Tuban, yang jika diranking dalam peringkat Jawa Timur selalu berada di dasar klasemen.

Langkah yang dilakukan adalah dengan menggali potensi warga miskin. Kemudian diberikan stimulan atau fasilitasi sesuai kebutuhan agar berkembang.

“Kita fasilitasi sesuai kompetensinya. Seperti yang punya potensi ternak kita beri ternak. Yang potensinya berjualan kita bantu modal,” ungkap Fathul Huda kepada seputartuban.com membeber jurus pertamanya meretas kemiskinan rakyat Tuban, Kamis (10/09/2015) malam.

Hasilnya, selain mengangkat peringkat miskin se Jawa Timur Bupati Tuban kelahiran Desa Talun, Kecamatan Montong ini, mampu memboyong pelbagai penghargaan tingkat regional maupun nasional. Tidak kurang dari 28 penghargaan telah diterima sejak memimpin Kabupaten Tuban 2011 silam.

Jurus kedua adalah dengan memberikan peningkatan skill sesuai keahlian dalam bentuk kelompok masyarakat.

“Memberi pelatihan dengan ketrampilan yang bisa dilakukan. Seperti menjahit, bikin kuliner, bikin anyaman bambu, bikin sangkar burung dan lainnya,” kata Huda.

Ketiga, untuk menggairahkan iklim ivestasi Pemkab Tuban memberikan kemudahan birokrasi dengan sistem satu pintu. Hal ini kemudian dibuktikan Pemkab Tuban dengan lahirnya badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT).

Gairah Investiasi Membuka Peluang Lokal

 FATHUL HUDA: Kita fasilitasi sesuai kompetensinya. Seperti yang punya potensi ternak kita  beri ternak. Yang potensinya berjualan kita bantu modal.


FATHUL HUDA: Kita fasilitasi sesuai kompetensinya. Seperti yang punya potensi ternak kita
beri ternak. Yang potensinya berjualan kita bantu modal.

Menurut Huda, proses birokrasi mampu menarik investor menanamkan modalnya di Tuban. Upaya inilah yang kemudian mendapat pengakuan dari lembaga survei perusahaan pers nasional, dengan menganugerahkan Indonesia Attractiveness Index, Jumat (12/06/2015) lalu di Jakarta.

“Untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya salah satunya adalah mempermudah perizinan berinvestasi di Tuban,” tegasnya Fathul Huda.

Tidak kalah penting, menurut Huda, dalah optimalisasi dana sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk kepentingan masyarakat. Upaya nyata itu kemudian dituangkan dalam keputusan bupati untuk kepengurusan forum CSR yang terdiri dari pelbagai perusahaan di Kabupaten Tuban. Selain itu, guna memperkuat optimalisasi CSR itu sudah dibuat peraturan daerah (perda).

“Kita mengajak dunia usaha untuk menyalurkan dana CSR-nya diprioritaskan untuk orang-orang miskin,” tutur Huda.

Seiring itu, Pemkab Tuban juga menggelontorkan progam rumah layak huni. Warga miskin dibangunkan rumah secara cuma-cuma. Sudah ratusan rumah dinikmati warga kurang mampu.

“Dana pembangunan rumah layak huni ini berasal dari APBN, APBD provinsi, APBD Tuban serta dana CSR,” jlentreh Huda.

Warga miskin terus dimanjakan. Seperti program menggratiskan warga miskin berobat di puskesmas maupun RSUD kelas 3. Menggratiskan biaya pendidikan siswa miskin SMA sederajat, juga menjadi program penting yang terus digiatkan Pemkab Tuban hingga saat ini.

Mantan Ketua PCNU Tuban ini juga melakukan upaya menggerakkan kesadaran masyarakat untuk membantu warga kurang mampu, dengan program gerakan membantu masyarakat miskin (Gematumaskin) serta pembentukan desa model pengentasan kemiskinan.

“Selain itu juga memberikan bantuan kepada warga miskin lanjut usia yg tidak punya sumber penghasilan. Termasuk warga miskin yang mengalami cacat permanen,” tandas Huda.  MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. wonk ndeso berkata:

    Di negri ini tdak ada satupun kepala daerah yg mengatakan gagal dlam memimpin daerahnya,boleh2 saja bilang bsa mengentaskan kemiskinan,membrantas buta huruf,atau menyediakan fasilitas dkesehatan di rumah sakit,tpi yg jdi acuan tetap data dari bps berapa indeks jumlah pengangguran,buta huruf sampai kemampuan finansial menurut bps,itu bru bsa di ktakan berhasil klo analisa saya bila di banding kabupaten sebelah jelas sangat ketinggalan,mulai dri pelayanan publik sampai pendidikan bahkan kesehatan,di kabupaten sebelah pemda berani memberi spp murah seperti contoh sman 1 sumberrejo yg lbih maju cman memungut spp 90 rbu perbulan sdang sman soko yg kualitasnya biasa2 saja sppnya 130 rbu,bahkan sman balen cman 75 rbu,blum dna pertahun 2 jta tiap siswa sma,blum msalah kesehatan 40 persn warga tban berobat ke bjnegoro yg membuat rumah sakit di bjn kaya raya,klo tdak cba cek sendiri di rs bjn mulai rs umum sampai rs swasta!itulah data real yg ada di lapangan itu menjadi pr bgi pemimpin di tuban