Published On: Sel, Agu 18th, 2015

9 Desember 1948, Pagi Berdarah di Kali Kepet

TUBAN

PAHLAWAN : Salah satu adegan drama kolosal perang kepet pengusiran KNIL dari Bumi Ronggolawe

PAHLAWAN : Salah satu adegan drama kolosal perang kepet pengusiran KNIL dari Bumi Ronggolawe

seputartuban.com – Kisah heroik warga Tuban ditampilkan dalam drama kolosal di alun-alun Tuban, usai upacara peringatan HUT RI ke 70. Anggota TNI dan Tater di Tuban memperagakan kisah pengusiran belanda pada 9 Desember 1948.

Anggota Kodim 0811 Tuban serta anggota teater yang dikoordinis Dinas Perekonomian  dan Pariwisata Pemkab Tuban memperagakan drama kolosal dengan judul “Pagi Berdarah di Kali Kepet”. Mengisahkan semangat patriotisme pejuang untuk mengusir  penjajah belanda KNIL (Knolinklijke Neiderlandsch Indische Leger) pada agresi militer belanda ke 2.

Belanda  yang mendarat dipantai Glondong kemudian mereka membangun pos yang ada jembatan kepet. Mereka anggap jembatan Kepet pada masanya adalah akses utama masuk kewilayah Tuban. Hal ini memicu semangat perlawanan pejuang Tuban yang dipimpin oleh Sersan Mustajab. Pasukan perjuang erhasil memukul mundur dan membantai pasukan Belanda dengan memakai strategi serangan fajar.

Agar menyerupai aslinya, digunakan beragam perangkat pendukung drama. Mobil, sepeda angin, pos hingga pakaian pemain. Kisah hero pahlawan Tuban ini diperagakan agar masyarakat memiliki sikap nasionalisme, patriotisme khususnya pada generasi muda.

Kabid Pariwisata, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Soenaryo mengatakan untuk memperagakan drama dibutuhkan waktu latihan 1 bulan. Para pemain yang dikoordinir dari komunikas teater di Tuban. “Ini sebagai bentuk motivasi para seniman teater di Tuban untuk mengembangkan bakatnya,” sambungnya.

Sementara itu, Dandim 0811 Tuban, Letkol Kav. Rahyanto Edy Yunianto mengungkapkan maksud dilaksanakan drama kolosal, agar generasi muda memiliki jiwa nasionalis dan cinta tanah air berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

“Dengan perkembangan tehnologi Informatika yang semakin canggih dan sudah tidak dapat terbendung lagi  maka hal ini dapat berpengaruh besar terhadap generasi muda oleh karena itu kita harus membentengi diri dari segala pengaruh negatif yang dapat merusak generasi penerus bangsa. Oleh karenanya dengan kegiatan ini diharapkan agar generasi muda kita tidak lupa dengan jati diri bangsa dan perjuangan para pejuang kita yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tetap tegaknya negara kesatuan republik Indonesia,” jelasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author