Published On: Kam, Jun 2nd, 2016

7 Anak Tersangka Persetubuhan Dikenakan Wajib Lapor

TUBAN

seputartuban.com – Tujuh tersangka persetubuhan terhadap siswi kelas 2 di salah satu SD wilayah Kecamatan Palang Kabupaten Tuban tidak ditahan. Karena mereka masih dibawah umur sehingga hanya dikenakan wajib lapor.

ilustrasi/semuaunik.com

ilustrasi/semuaunik.com

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta, melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, IPTU Kukuh Sugi Pramono mengatakan sesuai aturan, anak pelaku tindak pidana tidak harus mendapatkan hukuman penjara. Sesuai dengan pasal 24 UU No. 3 Tahun 1997 tentang peradilan anak. “Masa penyidikanya sudah selesai, dan seluruh tersangkanya dikenakan wajib lapor,” terangnya, Selasa (31/5/2016)

Tindakan yang dilakukan kepada anak nakal ialah berupa mengembalikan kepada orang tua, wali orang tua asuh, atau menyerahkanya pada negara. Agar mendapat pendidikan, pembinaan, atau menyerahkanya kepada departemen sosial. Pasal lain yang dijadikan dasar ialah undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia, serta Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak.

Penasehat Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Nunuk Fauziah mengungkapkan tindakan tersebut dirasa belum maksimal. Karena kurang memberikan efek jera kepada pelaku. Dimungkinkan kemudian hari masih dapat mengulangi perbuatanya.

Penanganan akan maksimal jika dilaksanakan melibatkan berbagai pihak seperti Pemkab Tuban melalui Dinas Sosial dan ketenagakerjaan (Dinsosnaker), serta P2TP2A Pemkab Tuban dan organisasi sosial kemasyarakatan dibidang pendidikan.

“Penjaara bukan tempat terbaik untuk anak, karena Kabupaten Tuban belum memiliki sarana untuk merehabilitasi, tempat persidangan dan lembaga pemasyarakatan untuk anak anak,” katanya.

Data yang dimiliki KPR menyebutkan perkara persetubuhan itu melibatkan belasan terduga pelaku berusia dibawah umur. Namun yang terbukti melakukan persetubuhan hanya 7 anak. Sedangkan sisanya hanya sebatas melakukan penetrasi terhadap korban.

Sedangkan pantauannya terhadap lingkungan tinggal pelaku dan korban. Sebagian besar mereka ditinggal orang tuanya merantau mengadu nasip keluar negeri. Sedangkangkan sisanya disebabkan perceraian kedua orang tua. “Kurang adanya perhatian dari keluarga sehingga aktifitas dan pergaulan mereka tidak terkontrol,” jelasnya.

Pemkab Tuban perlu membangun panti rehabilitasi kusus korban dan pelaku anak-anak dibawah umur. Mengingat tempat rehabilitasi yang sering dijadikan tujuan di wilayah Malang sudah overload. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author