Published On: Jum, Mei 16th, 2014

6 Kecamatan Di Tuban Terancam Kekeringan

Share This
Tags

TUBAN

NESTAPA WARGA: Saat kemarau tiba sejumlah wilayah menjadi langganan kekeringan.

NESTAPA WARGA: Saat kemarau tiba sejumlah wilayah menjadi langganan kekeringan.

seputartuban.com – Musim kemarau mendatang menjadi ancaman 6 wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami kekeringan. Yakni Kecamatan Kerek, Kecamatan Montong, Kecamatan Parengan, Kecamatan Rengel dan Kecamatan Grabagan. Kondisi ini diperkirakan juga akan membuat petani merana, karena jika dipaksakan menanam, akan mengalami gagal panen (puso).

Bahkan masyarakat juga terancam mengalami kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Diperkirakan musim kemarau mulai Juni 2014. Sekitar 800 hektar lahan akan mengalami kekurangan air. Bahkan waduk atau embung air sebagai penopang pasokan air, tidak semuanya berfungsi normal. Karena tidak terawat dan mengalami kerusakan.

Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura dan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Suparno menjelaskan kekeringan disebabkan air bawah tanah dan sungai-sungai mengering.  “Ini juga berimbas pada petani, karena hasil tanamannya akan kekurangan air bahkan puso, ” ungkap Suparno, Jum’at (16/5/2014).

Untuk antisipasi hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban. Tentang pemberian dan penyaluran air bersih. Selain itu juga akaan mendata jumlah lahan yang mengalami puso. Untuk diberi bantuan dan ganti rugi bibit. Besarnya dana ganti rugi dampak puso belum dapat dipastikan. Karena jumlah lahan puso belum dipastikan dan baru diperkirakan.

“Sekitar 800 hektar lahan. Namun kita bisa cegah dengan memberikan tanaman yang cukup sedikit air seperti jagung dan kacang-kacangan. ” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Pemkab Tuban,  Choliq Qunnasich menjelaskan bahwa jelang musim kemarau pihaknya sudah menyiapkan kendaraan untuk pendistribusian air bersih. Banyaknya armada akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tergantung permintaan setiap kecamatan. Ditanya besarnya dana, Choliq tidak menjelaskan secara rinci.  “Sudah ada dana untuk itu. Kita tetap akan distribusikan, dananya itu dari APBD, banyak item itu. Kemarau ini kan memang persoalan alam jadi kita hanya prediksi saja, ” ungkapnya. HANAFI

Facebook Comments

About the Author