Published On: Ming, Sep 30th, 2012

5 Rumah Retak, Diduga Akibat Pemasangan Paku Bumi PT Holcim

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

TAMBAKBOYO

seputartuban.com – Sedikitnya 5 rumah warga di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, mengalami retak-retak, diduga akibat proses pemasangan tiang pancang, pembangunan pelabuhan milik PT. Holcim Indonesia Tbk di Tuban.

Kerusakan yang terjadi diantaranya adalah dinding rumah banyak yang retak, serta alas rumah juga mengalami pecah-pecah. Kondisi terparah dialami  Latif (38), warga Desa Glondong Gede RT. 1, RW. 1, yang dinding rumahnya mengalami retak-retak.

Rumah milik bapak 3 anak itu juga mengalami retak karena lokasinya tepat disamping dinding pembatas pelabuhan. Sehingga sangat dekat dengan proses pembangunan pelabuhan milik PT Holcim Indonesia di Tuban, yang sudah berjalan sekitar 8,8 % itu. Sehingga getaran akibat penanaman Paku Bumi atau tiang pancang pelabuhan sangat terasa, dan mengakibatkan sebagian dinding rumah warga retak.

Saat dikonfirmasi seputartuban.com, Sabtu (29/09/2012), Latif, salah mengungapkan bahwa kondisi ini sudah pernah dilaporkan pada pihak PT. Holcim. Dan sudah pernah dilakukan survei pada bulan Juli lalu, namun hingga saat ini belum ada tanggapan sama sekali. “Sudah didatangi bulan Juli lalu, katanya habis lebaran Idul Fitri  janji mau di perbaiki oleh pihak holcim sendiri, ” tuturnya.

Namun hingga berita ini dirilis, perbaikan tersebut belum pernah dilakukan, hal ini membuat warga resah dan harus menunggu tanpa kepastian. “Katanya masih dalam proses gitu, sampai sekarang belum ada kabar, terus bagaimana ini, takutnya menjalar retaknya, kalau bisa secepatnya,” harapnya.

Tuban Project Communication PT Holcim Indonesia Tbk, Indriani Siswati, menjelaskan bahwa, pihak PT. Holcim akan bertanggung jawab dan sudah melakukan pengawasan terhadap beberapa rumah warga yang rusak akibat pembangunan pelabuhan tersebut.

“Kami sudah monitoring besarnya getaran dalam proses pembangunan pelabuhan ini. Bekerja sama dengan Hiperkes Yogyakarta. Adapun besarnya getaran yang ditimbulkan rata-rata 0,01 hingga 0,06 mm, dibawah baku yang ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup RI, yaitu 5,5 mm,” ujarnya.

Terkait  rencana pembenahan rumah warga yang rusak akibat pembangunan pelabuhan yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2013. Pihaknya masih bekerja sama dengan pemerintahan desa setempat.

“Kepedulian tetap kami lakukan, namun karena masih menunggu Follow Up dan proses jadi belum bisa terealisasi,” pungkasnya.

Foto : Kondisi rumah warga retak

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author