Published On: Sen, Apr 8th, 2013

4 Desa Di 2 Kecamatan Terendam Banjir

Share This
Tags

TUBAN

Banjir Merakurak

BANJIR : Banjir dengan cepat menggenangi pemukiman warga

seputartuban.com – Sedikitnya 4 desa di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Tuban terendam banjir, Minggu (07/04/2013), sekitar pukul 16.30 WIB.

Ratusan rumah yang berada di Desa Sumurgung, Desa Suiharjo dan Desa Tegalrejo, Kecamatan/Kabupaten Tuban terendam. Banjir juga merendam pemukiman warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Hujan lebat selama hampir 3 jam sejak siang mengakibatkan sungai setempat meluap. Hingga merendam persawahan dan pemukiman warga. Ketinggian banjir hingga sebatas pinggul orang dewasaa atau sekitar 1 meter. Bahkan terlihat rumah warga yang teremdam hampir setinggi 2 meter. Karena berdekatan dengan sungai Dusun Kuti, Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban.

TERGANGGU : Aktivitas jalan desa setempat lumpuh. Lantaran terendam air dengan arus yang kuat

TERGANGGU : Aktivitas jalan desa setempat lumpuh. Lantaran terendam air dengan arus yang kuat

Supardi (52), warga desa setempat, saat dikonfirmasi mengatakan hampir seluruh rumahnya terendam banjir. Lokasi rumah yang berada tepat di sisi sungai dan area persawahan itu terendam banjir hingga kedalaman 2 meter.

Selain itu, rumah yang terbuat dari anyaman bambu itu, nyaris roboh. Terlihat, dinding bagian belakang rumahnya jebol diterjang banjir dari area persawahan. Derasnya arus membuat pemilik rumah tidak bisa berbuat banyak. “Saya takut mas, banjirnya deras banget, ” katanya.

Banjir Merakurak

BANJIR LAMA : Hingga malam hari, banjir masih merendam pemukiman warga

Selain itu, banjir juga merendam jalan akses desa dan ratusan hektar area persawahan. Hal ini menyebabkan, tanaman padi warga gagal panen. Terlihat, banyak tanaman padi terseret arus air.

Seperti yang terjadi pada salah satu petani warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Supriono (49). Dirinya resah lantaran tanaman padinya yang seminggu lagi panen. Tidak lagi dapat dinikmati, karena terseret arus air. “Seminggu lagi panen, tapi sudah bisa diselamatkan. Yang tersisa ini saya panen dulu, ” keluhnya. (han)

Facebook Comments

About the Author