Published On: Sen, Sep 14th, 2015

34 Ribu e-KTP Warga Tuban Masih Nyantol

TUBAN

grafis: seputartuban.com

           grafis: seputartuban.com

seputartuban.com–Sudah tiga bulan lebih sebanyak 34.087 pemohon KTP elekronik (e-KTP) baru belum bisa dicetak.

Selain karena stok blangko kosong dan sejumlah material pendukung lainnya yang juga habis, belum bisa dicetaknya e-KTP tersebut karena data center dari pusat sedang error.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tuban, Joni Martoyo, belum dapat memastikan sampai kapan kendala tersebut bisa diatasi.

“Solusinya untuk sementara bagi yang belum memilki e-KTP kita buatkan surat keterangan penduduk. Fungsinya sama dengan e-KTP itu sendiri,” kata Joni Martoyo ditemu di kantornya, Senin (14/09/2015) pagi.

Dia menjelaskan, dari total jumlah wajib KTP di Kabupaten Tuban sebanyak 916.968 pemohon baru 845.245 warga yang melakukan perekaman data.

Mayoritas e-KTP yang belum bisa dicetak tersebut adalah warga berumur antara 17-18 tahun yang baru kali pertama akan mendapatkan tanda identitas kependudukan.

“Rata-rata pemohon baru yang saat ini berusia 17 tahun KTP-nya belum jadi,” tegas Joni Martoyo.

Dia mengimbuhkan, setelah semua e-KTP yang hingga kini masih nyantol ini bisa dicetak nantinya akan didistribusikan langsung ke tiap-tiap kecamatan asal pemohon.

Sekadar mengingatkan, Kementerian Dalam Negeri mengkalim e-KTP mempunyai keunggulan dibandingkan KTP biasa atau KTP nasional sebelumnya.

Diantaranya dentitas jati diri tunggal, tidak dapat dipalsukan, tidak dapat digandakan serta dapat digunakan sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada (e-voting).

Selain itu, sidik jari yang direkam dari setiap wajib e-KTP adalah seluruh jari yang berjumlah 10. Hanya saja, yang dimasukkan datanya dalam chip cuma dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan.

Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena memiliki kelebihan-kelebihan.

Namun begitu, dalam pelaksanaannya penggunaan e-KTP terbukti masih memiliki kelemahan. Misalnya tidak tampilnya tanda tangan sipemilik di permukaan KTP.

Tidak tampilnya tanda tangan di dalam e-KTP tersebut telah menimbulkan kasus tersendiri bagi sebagian orang.
Misalnya ketika melakukan transaksi dengan lembaga perbankan, e-KTP tidak di akui karena tidak adanya tampilan tanda tangan.

Ada beberapa kasus pemegang e-KTP tidak bisa bertransaksi dengan pihak bank karena tidak adanya tanda tangan.

Tanda tangan yang tercetak dalam chip itu tidak bisa dibaca bank karena tak punya alat (card reader). Akhirnya pihak pemegang e-KTP terpaksa harus meminta rekomendasi dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk meyakinkan bank. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author