Published On: Sab, Jul 13th, 2013

30 Sekolah Mulai Gunakan Kurikulum Tematik Terpadu

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  berencana merubah kurikulum untuk seluruh tingkatan pendidikan di  Tahun Ajaran (TA) 2013. Termasuk sekolah di Kabupaten Tuban. Yakni dengan menggunakan kurikulum pembelajaran tematik terpadu.

Sutarno, Kabid TK, SD Disdikpora Kab. Tuban

Sutarno, Kabid TK, SD Disdikpora Kab. Tuban

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kab. Tuban, Jum’at (12/07/2013) menyebutkan terdapat 30 sekolah yang menggunakan kurikulum tematik terpadu. Dimulai sejak tahun ajaran baru ini yaitu 15 SD, 6 SMP, 6 SMA, 3 SMK.

Kurikulum tematik terpadu yaitu sebuah metode pembelajaran siswa dengan menggunakan tema dalam fokus belajarnya. Berbeda dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang diterapkan sebelumnya. Contohnya KTSP tingkat SD, metode tematik hanya untuk kelas 1, 2 dan 3 saja. Namun untuk kurikulum tematik terpadu, sekolah akan di tuntut menerapkan metode sejak kelas 1 sampai kelas 6.

Tujuan diberlakukannya kurikulum tematik terpadu adalah, siswa lebih ditekankan pada aspek afektif atau pembentukan karakter. Sehingga dalam pembelajaran, siswa akan memperoleh pengetauan secara otomatis. Dan lebih fokus pada perbaikan tingkah laku.

Kabid TK/ SD, Disdikpora Pemkab Tuban, Sutarno saat di konfirmasi di kantornya, Jum’at (12/07/2013) mengatakan, pihaknya hanya melakukan progran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja. Adapun untuk sekolah yang melaksanakan kurikulum Tematik Terpadu sudah ditentukan dari kementrian. Sedangkan sekolah lainya akan menyusul tahun ajaran berikutnya.

“Sistemnya, pada tahun 2013 ini seluruh SD harus sudah diterapkan untuk kelas 1 dan 4. Tahun 2014 untuk kelas 2 dan 5, dan di tahun 2015 kelas 3 dan 6. Sehingga selama 3 tahun kurikulum baru bisa terealisasikan semua kelas. Untuk yang belum menggunakan kurikulum baru, bisa tetap menggunakan KTSP, semua sama saja, hanya metodenya beda, ” ungkapnya. (han)

Facebook Comments

About the Author