Published On: Sab, Apr 30th, 2016

3 Prioritas Dinas PU Kurangi Banjir

TUBAN

seputartuban.com – Sering terjadi banjir saat musim hujan pada beberapa wilayah di Kabupaten Tuban, membuat Dinas pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Tuban bergerak cepat. Dengan melakukan 3 prioritas kegiatan untuk mengatasinya.

Kepala Bidang Saluran, Dinas Pekerjaan Umum, Budi Hartono

Kepala Bidang Saluran, Dinas Pekerjaan Umum, Budi Hartono

Kepala Bidang Saluran, Dinas Pekerjaan Umum, Budi Hartono, mengatakan 3 Sub prioritas disebut sebagai langkah nyata untuk mengatasi  bencana banjir yang melanda tiap tahun. Ketiga kegiatan itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Yakni meminimalisir kelebihan debit air yang banyak dikeluhkan masyarakat tuban itu akan difokuskan pada sungai avoor jambon, sungai avoor kuwu, dan sumber air sendang silowo wilayah Kecamatan Merakurak. “Sudah dilakukan Study Enginering Design dan sisanya masih dilakukan pembahasan,” terangnya, Jumat (29/4/2016).

Prioritas utamama untuk memecah debit air yang cukup tinggi. Dari wilayah Kecamatan Grabagan. Air dari wilayah tersebut mengalir kewilayah Desa Jadi, Kecamaatan Semanding yang tempatnya lebih rendah kemudian bermuara ke sungai Avoor jambon.

Upaya yang akan dilakukan pihak PU selama tahun 2016 ini, diantaranya dengan melakukan pelebaran ruas suangai avoor, normalisasi sungai, serta dengan melakukan pengerukan. Pelaksaanya akan dilaksanakan sekitar 2 bulan lagi. Dengan anggaran sebesar Rp. 3 miliar.

Bentuk pengerjaanya adalah melakukan pelebaran sungai sepanjang 1 KM dan melebarkan dari 1,4 Meter menjadi 4 Meter. Serta pengerukan sungai karena sudah mengalami pendangkalan. “Harapanya pasca dilakukan pengerjaan itu volume air dapat tertampung seluruhnya,” lanjut dia.

Menurutnya, Saat ini normalisasi sudah silakukan pada beberapa titik diwilayah hulu. Sedangkan pelebaran sungai belum dapat dilaksanakan karena curah hujan masih tinggi. Sedangkan pelaksanaan pengerjaanya direncanakan dimulai pada awal bulan Juni dengan waktu pengerjaan selama 4 Bulan.

Pekerjaan lainya yang juga untuk mengurangi banjir adalah proyek sudetan sungai avoor jambon diwilayah Desa Sumurgung. Pembangunan salurannya beberapapa sudah dilaksanakan, dan akan dituntaskan dengan panjang kurang lebih1 KM. Melimpahnya air dapat langsung mengalir ke laut dengan melewati wilayah Desa Sumurgung, Desa Bogorejo, Desa Gemulung dan Desa Sugihwaras. “Pengerjaanya kita jadwalkan bulan Agustus dan sudah harus selesai tahun ini,” imbuhnya .

Sedangkan prioritas kedua,untuk mengurangi dampak luapan diwilayah sungai avoor kuwu. Akan dilakukan normalisasi sungai dari titik Embung diwilayah Kecamatan Rengel hingga wilayah Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Widang.

Dana sebesar Rp 1,6 miliar akan dipakai untuk pengerukan dan peninggian tanggul. Pengerjaanya dilakukan diwilayah Kecamatan Plumpang tepatnya wilayah Desa Plandirejo dan Desa Klotok, dengan peninggian antara 1 meter hingga 2 meter. “Itu tergantung letak tinggi rendahnya tanggul,” jelasnya.

Prioritas ke tiga yaitu akan dibuat pembatas air di Sendang Silowo, di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak. Agar air yang mengalir dari lereng bukir tidak masuk ke sumber air, mengingat mata air tersebut digunakan warga setempat untuk sumber air bersih.

“Saat ini masih dilakukan kajian Study engginering design, hal itu untuk menentukan pekerjan mulai dari rencana anggaran yang akan dibutuhkan hingga volume material yang diperlukan,” pungkasnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author