Published On: Jum, Agu 15th, 2014

3 Pamswakarsa PT Holcim Diciduk Polisi, 2 Buron

TUBAN

ERSANGKA: Ketiga pelaku pencurian di lingkungan PT Holcim Indonesia pabrik Tuban saat diperiksa aparat Reskrim Polres Tuban, Jumat (15/08/2014) siang.

TERSANGKA: Ketiga pelaku pencurian di lingkungan PT Holcim Indonesia pabrik Tuban saat diperiksa aparat Reskrim Polres Tuban, Jumat (15/08/2014) siang.

seputartuban.com-Ini ibarat memelihara harimau. Yang namanya binatang buas, sedikit lengah saja tak peduli tuannya yang memberi makan dan tempat nyaman, tetap saja dimangsa. Begitu pula kira-kira yang dilakukan lima petugas Pamswakarsa PT Holcim pabrik Tuban.

Tugas utama yang harusnya mengamankan lingkungan perusahaan beserta seluruh asetnya, malah berbalik menguras barang berharga milik PT Holcim mulai dari kabel tower, baut baja serta besi baja.

Namun sebelum kelimanya menikmati hasil barang jarahan itu, tiga  kawanan pamswakarsa keburu tertangkap. Sementara dua anggota pamswakarsa lainnya berhasil kabur. Tiga pamswakarsa yang ditangkap adalah Par (42) warga Dusun Luwuk Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek, Sub (42) warga Desa Merkawang Kecamatan Tambakboyo dan Dar (36) warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo.

APES: Inilah wajah-wajah anggota Pamswakarsa PT Holcim berserta aset berharga milik PT Holcim Indonesia yang mereka curi.

APES: Inilah wajah-wajah anggota Pamswakarsa PT Holcim berserta aset berharga milik PT Holcim Indonesia yang mereka curi.

Sedangkan dua pelaku lainnya masih menjadi buron polisi berinisial KR warga Desa Kedungrejo Kecamatan Kerek serta ZN warga Desa Mliwang Kecamatan Kerek.

Peristiwa itu sendiri berlangsung Rabu (13/08/2014) lalu, saat mereka melakukan pengamanan di lokasi Preharter PT Holcim Indonesia. Kelima pelakunya sepakat melakukan pencurian kabel tower, baut baja dan besi baja milik perusahaan.

Untuk mempermudahkan agar tidak diketahui pihak keamanan, mereka memotong kebel power itu menjadi tiga bagian kemudian mengambil baut baja dan besi baja.

Setelah kabel power tersebut selesai dipotong menjadi tiga bagian lantas dibawa Par dan dipotong kembali menjadi delapan bagian. Sebanyak 15 baut baja dan lima besi baja dimasukkan ke dalam tas punggung. Kemudian Par keluar dari perusahaan dengan cara melompat pagar.

Namun naas, tindakannya diketahui salah seorang anggota sekuriti yang sedang patroli. Dengan mudah Par ditangkap bersama barang bukti, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Tuban untuk diproses. Diperkirakan, akibat kejadian tersebut PT Holcim Indonesia mengalami kerugian senilai Rp 48 juta.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, menjelaskan para pelaku bisa leluasa menjalankan aksinya karena memang sehari-hari bertugas sebagai pamswakarsa. Awalnya yang diamankan hanya pelaku. Setelah di kembangkan ada empat pelaku lainnya yang ikut terlibat.

“Kedua pelaku kemudian menyerahkan diri karena merasa terlibat. Tapai dua pelaku lainnya menjadi DPO (daftar pencarian orang),” kata Haryono, Jumat (15/08/2014) siang, di Mapolres Tuban.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah delapan potongan kabel warna merah, 15 buah baut baja, lima lempengan besi baja, sebuah tas punggung warna abu-abu, sebilah pisau chalter juga satu gergaji besi.

“Pelaku terjerat pasal 363 ayat 1 huruf 4e KUHP, pencurian dengan pemberatan, Ancaman pidananya 7 tahun penjara,” tandas Haryono. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author