Published On: Kam, Jun 9th, 2016

26 Sertifikat Tanah Gratis Masih Nyantol

TUBAN

seputartuban.com – Sebanyak 108 bidang tanah wakaf peserta sertifikat tanah gratis yang ditangani Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Tuban sudah dinyatakan lengkap oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga saat ini 82 diantaranya sudah diterbitkan.

Kasi Bimbingan Syariah Kemenag Tuban, Umi Kulsum

Kasi Bimbingan Syariah Kemenag Tuban, Umi Kulsum

Kasi Bimbingan Syariah Kemenag Tuban, Umi Kulsum, Rabu (8/6/2016) menyampaikan 26 bidang tanah wakaf lainnya masih dalam proses pengukuran dan proses administrasi berikutnya. “Jika proses administrasinya lambat maka akan sangat menghambat proses penerbitannya,” katanya.

Dia menjelaskan salah satu tujuan dari program tersebut yakni untuk memperjelas status hukum tanah wakaf. Sehingga kedepannya konflik terkait tanah wakaf diharapkan tidak terjadi lagi. “Termasuk menyelamatkan aset ahli waris itu sendiri,” tegas Umi.

Dia juga menyampaikan, tanah-tanah yang diwakafkan di antaranya untuk Masjid, Makam, Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan. “Yang paling banyak untuk lembaga pendidikan,” lanjut Umi.

Umi menambahkan, Anggaran yang disediakan untuk program sertifikat tanah wakaf gratis yakni sebesar Rp. 235 Juta, anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban. “Nanti menyesuaikan luas bidang, jadi anggarannya beda-beda dari 108 lokasi tersebut,” pungkasnya.

Program sertifikat gratis dibuat oleh Pemkab Tuban menggandeng Kemenag Tuban diperuntukkan bagi tanah wakaf diseluruh Kabupaten Tuban. Tanah yang bisa mendapatkan sertifikat diantaranya harus dilengkapi dengan akta ikrar wakaf (AIW) yang diterbitkan oleh KUA kecamatan setempat, surat leter C dari Kepala Desa dan riwayat tanah. Dalam penerbitannya tetap melibatkan pihak-pihak terkait seperti notaris atau PPAT.

Sementara itu temuan seputartuban.com menyebutkan sertifikat yang belum diterima para Nadzir (penerima wakaf) bukan semata-mata soal administrasi pertanahan. Abdul Muchith, Nadzir wakaf 2 bidang tanah lembaga pendidikan di Desa Guwoterus hingga saat ini baru 1 sertifikat tanah yang diterima. Sedangkan 1 sertifikat tanah lainya belum jadi karena saat akan diterima, sertifikatnya terdapat kesalahan dalam penulisan Nadzir.

Dalam prosesnya sebagai Nadzir adalah dia bersama beberapa tokoh lainya. Saat sertifikat tanah sudah jadi, nama penerima Nadzir adalah organisasi kemasyarakatan. “Nadzir-nya di sertifikat sebenarnya sudah nama saya tapi dicoret tangan terus diketik lagi nama Ormas. Sehingga saya kembalikan dan belum ada kabar jadi sampai sekarang,” tutur tokoh tersebut. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author